foto:Disky/JUNIOR/RADAR DEPOK TUNJUKAN: Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Priatmaji menunjukan berkas dua anak buah Ramlan Butarbutar, Johny Sitorus dan Posman H. Andi alias Sihombing. dan MASUK DPO : Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus saat menunjukan surat keterangan DPO Ramlan Butar Butar salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas Jakarta Timur, kemarin.
yamaha-nmax
(kiri) TUNJUKAN: Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Priatmaji menunjukan berkas dua anak buah Ramlan Butarbutar, Johny Sitorus dan Posman H. Andi alias Sihombing. (kanan) MASUK DPO : Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus saat menunjukan surat keterangan DPO Ramlan Butar Butar salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas Jakarta Timur, kemarin. foto:Disky/JUNIOR/RADAR DEPOK

DEPOK Kasus perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur begitu menyedot perhatian. Salah satunya tentang status hukum yang disandang oleh Ramlan Butarbutar, otak dari kasus ini. Meski memang kini ia telah tewas dalam penyergapan di Bekasi beberapa waktu lalu, catatan kriminal Si Kapten Pincang ini menarik disimak.

Agustus 2015 lalu dirinya pernah ditangkap oleh Satuan Reskrim Polresta Depok atas kasus perampokan disertai penyekapan, kepada sekeluarga berdarah Korea, bilangan Kelurahan Cilangkap, Tapos.

Bersama Ramlan, polisi saat itu juga membekuk dua orang anggotanya yakni Johny Sitorus dan Posman H. Andi alias Sihombing. Satu anggota lainnya, Pendi Raja Gukguk menjadi buron.

Kini yang menjadi pertanyaan. Mengapa orang (Ramlan) yang ditangkap setahun lalu atas kasus perampokan, sudah bisa menjalankan aksi di 2016?

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Priatmaji memberi penjelasan. Dikatakannya, kasus Ramlan cs sebetulnya sudah siap untuk disidang alias P21. Namun karena kesehatan Ramlan yang memburuk, ia pun dibantarkan (penundaan penahanan sementara), karena dalam masa perawatan rumah sakit. Ramlan diketahui mengidap sakit ginjal parah.

Sementara dua anggotanya: Johny dan Posman tetap lanjut ke persidangan. Mereka pun sudah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Johny divonis tujuh tahun, lalu Posman selama enam tahun. Mereka kini mendekam di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong.

Ia menjelaskan bahwa permohonan pembantaran kepada Rumah Sakit Polri Keramatjati dilakukan pada 2 September 2015 dengan nomor surat B/1530/IX/2015.

“Kasus ini masuk ke kami pada 18 Agustus 2015,” ungkapnya kepada Radar Depok saat ditemui di kantornya, kemarin.

Setelah pembantaran, kata dia, tidak ada lagi tindak lanjut lagi dari polisi. Tersangka tak juga diserahkan. Pihaknya pun menagih (ke polisi) berkas Ramlan dengan P21 A, tapi belum juga diserahkan. “Akhirnya berkas Ramlan kami kembalikan (ke polisi), bersama barang bukti dan SPDP-nya ke penyidik,” tandasnya.

Dari kasus ini, Polresta Depok akhirnya memberi keterangan. Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus tak menampik jika Ramlan dibantarkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati lantaran sakit. Ia menderita gagal ginjal.

“Saat menjadi tahanan rumah guna menjalani pengobatan akibat penyakit yang dideritanya. Ramlan melarikan diri, sehingga Polresta Depok menjadikan dia sebagai DPO sejak 25 Oktober 2015,” ujar Firdaus

Firdaus menjelaskan, memang saat ditangkap dan dilakukan penyidikan, kondisi Ramlan cukup parah. Pada tubuhnya sudah dipasang selang. Dirinya juga acapkali pingsan.

Melihat kondisi tersebut, Polresta Depok membantarkan Ramlan ke Rumah Sakit Kramat Jati guna menjalani pemeriksaan kesehatan. Ramlan lalu direkomendasikan untuk mendapat perawatan lebih serius di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM). “Ditengah menjalani perawatan, Polresta Depok tetap melakukan pemberkasan kepada Ramlan karena sudah P21,” lanjutnya.

Daus-sapaannya-menambahkan, saat proses pengobatan, Ramlan mendapat penangguhan penahanan. Ia diharuskan menjalani wajib lapor saja. Tapi ia justru malah kabur.

“Penangguhan dilakukan pada 12 Oktober 2015. Saat wajib lapor, ia tidak menjalaninya. Kami pun membuat DPO terhadap Ramlan,” pungkasnya. (jun/dic)