yamaha-nmax

PRODI

 

 

JAKARTA – Pemerintah tetap mantap dalam penyelenggaraan program studi (prodi) dokter layanan primer (DLP), meski rencana menjadi polemik. Segala persiapan tengah disusun untuk pembukaan perdana kelas regular tahun depan.

Sebanyak 300 kursi juga siap diberikan gratis pada dokter yang ingin meningkatkan kualifikasinya.

Kepala Pusat Perencanaan & Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Ahmad Subagyo menuturkan, bantuan pendidikan tersebut akan diberikan pada dua jenis jalur pendidikan DLP.

Yakni, pendidikan regular dan masa transisi. Pendidikan masa transisi sendiri dikhususkan bagi dokter umum yang telah mengabdi lebih dari lima tahun. Saat ini, salah satu universitas yang telah menyelenggarakan pendidikan masa transisi adalah Universitas Padjajaran.

”Sesuai yang direncanakan, 300 orang yang akan dibiayai oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan universitas masing-masing,” ujarnya di Jakarta.

Alokasi biaya pun sudah disiapkan. Meski saat ini, pihaknya masih berhitung terkait jumlah keseluruhan, karena penyelenggaraan pendidikan DLP jalur regular baru dibuka tahun depan.

Itu pun, tergantung dari berapa jumlah fakultas kedokteran yang membuka program studi tersebut. Karena diperkirakan, dari 17 Universitas yang menyatakan siap tidak serempak membuka prodi DLP pada tahun depan.

“Kalau dilihat tidak terlalu besar juga (biaya yang dikeluarkan, red). Sama seperti pendidikan spesialis lainnya,” ungkap Ahmad.

Untuk bisa memeperoleh bantuan pembiayaan ini, tidak ada persyaratan khusus. Ahmad mengatakan, para dokter cukup mengikuti tes seleksi yang diadakan oleh masing-masing fakultas kedokteran di universitas yang dituju. Jika lolos, mereka  langsung diarahkan apakah masuk kelas regular atau masa transisi.

Untuk masuk pendidikan masa transisi sendiri, dokter akan kembali mengikuti tes untuk menentukan kompetensi yang telah dijalani. Bila lolos, mereka cukup menempuh pendidikan masa transisi selama enam bulan.

“Ini kan program prioritas. Sudah jadi keputusan untuk menguatkan layanan primer. Jadi kemungkinan bantuan ini nantinya diberikan secara kontinu. Nanti selain dokter juga akan menyusul untuk peningkatan perawat dan tenaga medis lainnya,” paparnya. (mia/jpnn)