yamaha-nmax


KOMPAK : Lurah, LPM, Staf dan keamanan Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, foto di depan kantor kelurahan setempat, kemarin
Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan di Depok (95)

Berasal dari Kemandoran, Dua Kali Dimekarkan

Kelurahan Sukamaju Baru yang berada di Kecamatan Tapos, awalnya berasal dari pecahan Desa Sukamaju, di mana saat itu masih berada dalam wilayah kemandoran.

Laporan : RICKY JULIANSYAH

Selama zaman perjuangan dan kemerdekaan, di suatu desa belum memiliki pejabat yang dapat memimpin warganya.

Saat itu, memang belum ada data administrasi kependudukan seperti sekarang. Di Kelurahan Sukamaju Baru, sekitar tahun 1940-an pun, masih dipimpin seorang mandor, pribumi setempat menyebutnya zaman kemandoran.

“Yang terkenal saat itu, Mandor nisan, mandor Sipin sejak tahun 1940-an,” ucap Ketua RW7 Kelurahan Sukamaju Baru, Muhammad Ipung.

Kakek berusia 74 tahun itu menerangkan, zaman kemandoran, merupakan wakil wilayah, karena saat itu mandor kekuasannya wilayah, tidak ada catatan administrasi kependudukan. Tetapi saat panen padi, mandor mendapatkan jatah.

“Misalkan, saat panen dapat lima ikat padi, satu dibuat yang motong, lagi satu upeti untuk mandor dan pemiliknya mendapatkan tiga ikat padi. Sekarang sudah tidak ada sawah,” kisah Ipung.

Lanjut dia mengisahkan, seorang mandor tugasnya ketika terjadi permasalahan atau konflik di masyarakat atau di lingkungan.

“Kalau ada konflik, mandor yang menyelesaikan,” ucap Ipung.

Untuk melengkapi informasi seputar Kelurahan Sukamaju Baru, Radar Depok pun menyambangi kantor kelurahan dan bertemu dengan Mista Wijaya. Pria yang akrab disapa bang Bule ini sudah bekerja di kantor kelurahan sejak 1985.

Bang Bule menambahkan, awal mulanya kelurahan Sukamaju Baru, yang semua daerah pertanian tadah hujan dan irigasi memang rentan waktu 1965-1970-an saat itu zaman kemandoran.

Setelah era Orde Baru, menjadi desa yang saat itu Sukamaju Baru masih menginduk dengan Desa Sukamaju, sampai dengan 1979 dibawah kepemimpinan kepala desa M. Saja, berkantornya masih di Jalan Raya Bogor Kampung Sidakmukti ( Sekarang menjadi Kelurahan Sukamaju, Cilodong).

Pada 1979 Desa Sukamaju mengalami pemekaran menjadi dua Desa, yaitu Desa Sukamaju, Kecamatan Cilodong dan pemekaran desa Sukamaju Baru.

“Pejabat atau kepala Desa Sukamaju baru pertama berdasarkan pemilihan kades, pak Muhammad Amin S menjabat dari 1980 sampai 1989 atau selama 1 periode,” tutur Bang Bule.

Pada 1989, Desa Sukamaju Baru mengalami pemekaran dengan Desa Jatijajar.  Kades Jatijajar saat itu H. Usup Subekti. Setelah itu, ada pilkades lagi dan terpilih H. Nurhasim yang menjabat selama dua periode, sejak 1989-2006, di sana ada peralihan dari desa menjadi kelurahan.

Sejak 20 April 1999, Kelurahan Sukamaju Baru masuk wilayah Kecamatan Cimanggis. PLT pertama di Kelurahan Sukamaju Baru. M. Taufik, kemudian yang pernah menjabat sebagai Lurah Sukamaju Baru Ade Rizal, H Rumainur, Ahmad Darjat, Samiya sampai sekarang.

“2008 Kecamatan Cimanggis dimekarkan menjadi kecamatan Cimanggis dan Kecamatan Tapos, dan Sukamaju baru masuk ke wilayah Kecamatan Tapos,” tutur bang Bule.

Dahulu, kelurahan Sukamaju Baru, terdiri dari dua dusun, yakni dusun satu dikepalai Marsalim NR dan dusun dua dipegang H. Rasim Zalim. Saat ini, kelurahan dengan luas 300,648 hektar,  batas utara Jalan Pekapuran Kelurahan Curug dan Sukatani, barat Jalan Raya Jakarta Bogor, selatan Jatijajar dan Cilangkap, Timur Tapos dan Cilangkap.

“Sekarang terdiri dari 15 RW dan 86 RT,” ucap bang Bule. (bersambung)