Febrina/Radar Depok DISERAHKAN : Kepala Disnakersos Kota Depok, Diah Sadiah, menyerahkan santunan kematian kepada salah satu ahli waris.
yamaha-nmax

DEPOK – Santunan kematian periode 14 September-30 November 2016, sudah disalurkan ke 590 ahli waris. Bila dikalkulasikan, setidaknya Pemkot Depok melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), sudah mencairkan Rp1,1 miliar dari Rp7 miliar yang dianggarkan sepanjang 2016.

Kepala Disnakersos Kota Depok, Diah Sadiah menyatakan, pencairan santunan kematian senilai Rp2 juta kepada keluarga almarhum/almarhumah sudah diserahkan ke 11 kecamatan se-Kota Depok.

Adapun rinciannya yakni dari Kecamatan Cimanggis 38 ahli waris, Tapos 97 ahli waris, Sukmajaya 60 ahli waris, Cilodong 24 ahli waris, Pancoran Mas 87 ahli waris, Cipayung 77 ahli waris, Sawangan 60 ahli waris, Bojongsari 33 ahli waris, Limo 33 ahli waris, Cinere 22 ahli waris, dan Kecamatan Beji 58 ahli waris. Santunan kematian merupakan bentuk perhatian Pemkot terhadap warga Depok yang beresiko sosial, yang ditinggalkan salah satu anggota keluarganya.

“Diharapkan melalui santunan ini setidaknya bisa mengurangi duka dan meringankan beban keluarga atau ahli waris yang ditinggal wafat anggota keluarganya. Semoga santunan ini dimanfaatkan dengan baik, seperti untuk pengurusan jenazah,” ujar Diah kepada Radar Depok, kemarin.

Diah mengharapkan untuk ahli waris agar bisa mengambil santunan kematian tersebut secara langsung. Jika berhalangan hadir, bisa diambil oleh ahli waris yang lain yang dibuktikan dengan surat kuasa dalam satu kartu keluarga (KK) dan tidak boleh di luar KK. Disnakersos ingin memastikan bahwa santunan kematian tersebut sampai kepada yang berhak.
“Bagi yang benar-benar berhalangan, misalnya karena sakit silakan melapor. Karena tidak semua anggota keluarga bisa mengambil santunan kematian,” tutupnya. (ina)