DICKY/RADARDEPOK BEKERJA YA : Walikota Depok, Mohammad Idris saat mengukuhkan pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Depok, di Aula Teratai gedung Balaikota, kemarin.
yamaha-nmax

DEPOK–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merombak 839 aparatur sipil negara (ASN) disejumlah posisi jabatan dinas dan pemerintahan lingkup Pemkot Depok, di Aula Teratai Balaikota, kemarin. Otak-atik pejabat dan jabatan ini demi  menjalankan susunan organisasi tata kerja (SOTK) baru.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, mutasi jabatan dan pengukuhan jabatan merupakan bagian dari sebuah organisasi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No18 Tahun 2016 tentang pedoman penyusunan, Pengendalian,dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2017.

“Sesuai dengan Permendagri guna menjalankan SOTK baru, kami melaksanakan pengukuhan kepada 839 pegawai Pemkot Depok,” ujar Idris kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Idris mengungkapkan, saat ini Pemkot Depok baru memiliki sekitar 800 ASN, sedangkan ada sekitar 900 pos yang harus diisi ASN. Guna menutupi kekurangan tersebut, SOTK yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjalankan roda Pemerintahan Kota Depok.

ASN yang telah dikukuhkan, sambung Idris harus siap menjalankan tugas. Nantinya, Idris akan menilai kompetensi dan semangat kerja ASN disetiap posisi. Selain itu, dia meminta setiap pejabat guna menandatangi komitmen kinerja berbasis program real konkrit.

Rencananya, Idris akan menilai kinerja ASN per tiga bulan, apabila ASN tidak sesuai dengan kinerja. Secara tegas jabatan ASN akan diganti kembali. “Kami ingin menertibkan ASN karena mereka sudah dilantik dan diambil sumpah guna menjalankan pekerjaan dengan baik,” tandas Idris.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, dari pengukuhan tersebut terlihat tingkat Aselon III dan IV didorong guna mengisi kekosongan yang ada.

Dia telah meminta ASN guna melaksanakan pertanggungjawaban per-tiga bulan, guna dijadikan sebagai bahan evaluasi. “Kami ingin ASN berkomitmen terhadap jabatan dan pekerjaan mereka untuk Kota Depok,” ucap Pradi.

Pradi mengatakan, mutasi dan pengukuhan jabatan Pradi menyerahkan kepada Walikota Depok. Dia percaya, dengan pengalaman yang dimiliki Idris bersama tim assessment dapat memilih ASN terbaik, guna mengisi posisi jabatan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Rencananya, pada 2017 nanti, dia akan mengajukan pegawai yang memiliki potensi guna memajukan Kota Depok. “2017 saya akan mencoba mengajukan pegawai yang memiliki potensi dan dedikasi serta berkompeten guna mengisi posisi jabatan di lingkup Pemkot Depok,” terang Pradi. (dic)