RICKY/RADAR DEPOK JANGAN DITIRU: Pasangan muda-mudi tertangkap basah sedang mesum di Terminal Jatijajar Kelurahan Jatijajar, Tapos, digelandang ke pos RW01.
yamaha-nmax

 

JATIJAJAR  –  AAK (20) dan PA (15) tertunduk malu kala diamankan warga ke pos RW. Keduanya kedapatan berbuat mesum di Terminal Jatijajar, RW01 Kelurahan Jatijajar, Tapos, Selasa (20/12) dini hari.

 

AAK yang beralamat KTP di Cigentong, Brebes, Jawa Tengah, mengontrak bersama abang kandungnya di Kampung Bedahan, Cilodong. Sementara PA merupakan warga Kampung Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor. Mereka tertangkap basah tengah berbuat mesum dekat loket terminal sekitar pukul 02:00 WIB.

 

“Saat masuk ke areal terminal menggunakan sepeda motor Honda Beat merah, ada pemuda yang tergabung dalam katar (karang taruna) mengikuti dari jauh,” kata Ketua Katar Unit RW01 Kelurahan Jatijajar, Agus Maulana, kepada Radar Depok, kemarin.

 

Setelah diintai dan melihat motor diparkir di dalam semak-semak, orangnya tidak ada. Tetapi, begitu di lihat ke bawah, keduanya sedang melakukan hubungan layaknya suami istri.

 

“Saat tertangkap basah sudah berhubungan kayak suami istri. Keduanya sudah melepas celana,” kata Agus.

 

Kemudian, beberapa warga dan anggota katar yang memang melakukan patroli rutin, langsung membawa keduanya ke pos RW dan diinterogasi Ketua RW.

 

“Saat dibawa ke pos pun, pelaku pria tidak mengenakan celana, sementara yang wanita diminta mengenakan celananya. Nangis minta maaf,” tuturnya.

 

Berdasarkan keterangan pelaku, PA, yang masih duduk di Kelas 1 SMA, dia diajak bolos AAK dan kemudian diajak berbuat mesum.

 

“Pelaku wanita menghubungi keluarga. Ibu sama bapaknya datang ke sini. Sementara, cowoknya sampai dijemput ke tempat tinggal, karena tinggal bersama kakak kandung,” pungkasnya.

 

Warga lainnya, Mahbub Syahlani, mengatakan, Terminal Jatijajar memang sering dijadikan tempat mesum. Tetapi, untuk yang tertangkap basah dan dibawa warga ke pos RW baru kali ini.

 

“Tapi banyak laporan memang suka melihat pasangan cewek-cowok pakai motor masuk sana,” ujar Mahbub.

 

Sebab, di lokasi tersebut minim penerangan dan akses masuk di depan tidak ditutup serta tanpa pengawalan.

 

“Penerangannya masih minim, dalamnya gelap. Seharusnya penerangannya baik dan ada penjaganya. Kalau tidak, jadi tempat mesum terus,” kata Mahbub. (cky)