pihak keluarga akan diberikan pengarahan dalam pengurusan bansos tersebut.
yamaha-nmax

DEPOK  –  Kendati jauh dari harapan, setidaknya Pemkot Depok memiliki niat baik untuk membantu Naura Aulia Putri Wibowo. Dengan dana bansos sebesar Rp150 juta, Depok siap mencurkannya dengan syarat sesuia dengan Perwa No4 Tahun 2016.

Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, guna menindaklanjuti dan membantu penyembuhan penyakit Naura. Pemkot Depok dapat memberikan bantuan dengan menggunakan dana bansos sesuai peraturan yang ada. Pembiayaan kesehatan di Kota Depok melalui dana bansos sebesar Rp150 juta.

“Pemkot Depok akan menindaklanjuti membantu penyembuhan Naura, pembiayaan kesehatan maksimal Rp150 juta,” terang Idris kepada Harian Radar Depok, kemarin.
Selain itu, Idris mengaku sudah menugaskan UPT Jamkesda membantu kesembuhan Naura. Bahkan, Puskesmas telah menyiapkan pemberian susu, guna mengentaskan masalah kekurangan gizi Naura.

Idris menjelaskan, pemberian bansos hanya digunakan kepada masyarakat atau pasien yang belum memiliki BPJS, sehingga akan diarahkan guna mendapatkan bansos tersebut. Namun, apabila menggunakan BPJS pasien akan lebih terbantu dalam pengobatan, karena pengobatan BPJS bersifat unlimited.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noerzamanti Lies Karmawati mengatakan, dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Depok yang menderita penyakit khusus bersifat urgent dibutuhkan mekanisme dan prosedur yang berlaku, sehingga keluarga pasien harus mengikuti mekanisme tersebut.

“Pemerintah Kota Depok akan membantu masyarakat atau pasien penderita penyakit khusus sesuai dengan peraturan yang ada,” ujar Lies.
Mantana Dirut RSUD Depok ini menjelaskan, untuk membantu masyarakat atau pasien penderita penyakit khusus, Pemkot Depok akan menggunakan dana Bantuan Sosial (Bansos). Umumnya, dana Bansos diberikan bagi mereka yang sudah memenuhi kriteria dan besaran Bansos sebesar Rp150 juta.

Guna mendapatkan Bansos Pemkot Depok, sambung Lies keluarga pasien dapat mengurusnya ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jamkesda Kota Depok. Nantinya, pihak keluarga akan diberikan pengarahan dalam pengurusan bansos tersebut.
Sementara itu, Kasubag TU UPT Jamkesda Kota Depok, Neni Triana mengungkapkan, dalam pemberian bantuan kepada masyarakat atau pasien penderita penyakit khusus harus berpedoman kepada Perwa No4 Tahun 2016, tentang pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat miskin diluar kuota penerima bantuan iuran jaminan kesehatan, dan bantuan sosial tidak rencana bagi orang terlantar.
“Kami berpedoman kepada Perwa No4 Tahun 2016, dalam membantu masyarakat atau pasien penyakit khusus,” terang Neni.

Neni menuturkan, Pemkot Depok menyediakan pembiayaan non kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi masyarakat dengan biaya Rp150 juta pertahun, dengan catatan pasien atau masyarakat tidak memiliki jaminan kesehatan.

 

Bukan hanya itu saja, sambung Neni ada beberapa mekanisme yang harus dipenuhi masyarakat. Diantaranya, memiliki kartu indentitas dan Kartu Keluarga Depok, membuat surat permohonan penerima bantuan pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar kuota PBI, memiliki surat keterangan rawat inap atau surat keterangan medis yang dikeluarkan fasilitas kesehatan, dan beberapa persyaratan lainnya.

“Setidaknya pasien dapat memenuhi 12 kriteria dari 15 kriteria yang diberikan,” ucap Neni.

Salah seorang orang tua Naura, Fitrianti mengapresiasi Pemkot Depok yang akan membantu kesembuhan Naura dari Atresia Billier. Menurutnya, guna membantu kesembuhan Naura dalam menjalani transpalasi hati dibutuhkan biaya yang cukup besar. Apabila Pemkot Depok dapat membantu dalam pembiayaan, akan meringankan beban dia guna pembiayaan transpalasi hati Naura.

“Kami mengapresiasi keinginan Pemkot Depok membantu kesembuhan Naura,” singatnya. (dic)