Febrina/Radar Depok PUBLIKASIKAN : Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok bersama komunitas Ciliwung dan pewarta di Depok menyusuri Sungai Ciliwung.
yamaha-nmax
PUBLIKASIKAN : Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok bersama komunitas Ciliwung dan pewarta di Depok menyusuri Sungai Ciliwung. Febrina/Radar Depok

DEPOK-Pemerintah Kota Depok melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, berusaha mempublikasikan Sungai Ciliwung dijadikan ekowisata. Tak ayal kemarin, puluhan awak media bersama komunitas Ciliwung dan komunitas alam menyusuri keindahan alam Sungai Ciliwung.

“Kami menggelar kegiatan untuk menyusuri Sungai Ciliwung bersama para pewarta Depok, supaya masyarakat luas tahu informasi mengenai ekowisatanya” ujar Kepala BLH Kota Depok, Kania Parwanti kepada Radar Depok, Kamis (29/12).

Kania menambahkan, dengan diadakannya kegiatan susur sungai ini, masyarakat dapat mengetahui akan potensi ekowisata yang ada di Sungai Ciliwung. Sebab, bila ditelusuri lebih jauh, Sungai Ciliwung miliki potensi besar selain masih banyak ruang hijau, Sungai Ciliwung di Depok ini menyimpan potensi wisata air yang masih hijau. Sehingga nantinya banyak masyarakat yang melihat dan merasakan betapa hijaunya Sungai Ciliwung Depok.

Baca Juga  Pramuka Peduli Kwarcab Depok Mengedukasi dengan Susuri Sungai Ciliwung

“Bahkan kedepannya masyarakat dapat ikut menjaga dan melestarikannya. Seperti tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan senantiasa menjaga kelestarian agar di masa yang akan datang masih bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” jelasnya.

Depok memiliki potensi ekowisata, namun hingga saat ini minimnya publikasi terkait hal tersebut. Sehingga masih minimnya orang yang tahu terkait potensi wisata khususnya Sungai Ciliwung Depok. Jadi pihak BLH hanya mendorong potensi ekowisata, dengan menggandeng sejumlah komunitas yang perduli akan Sungai Ciliwung khusunya di wilayah Depok ini.

Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menyerahkan pengelolaan untuk ekowisata, ke daerahnya masing-masing termasuk dengan sarana prasarana terkait lingkungan hidup. Hanya saja mereka memberikan arahan mengenai adanya tiga komponen yang perlu dikembangkan. Yakni tiga komponen tersebut adalah komponen ekonomi, sosial dan lingkungan.

Baca Juga  Latihan Water Rescue Peringati Hari Ciliwung

“Selain itu, dua komponen yang perlu dikembangkan diantaranya ekonomi dan sosial untuk mengembangkan komponen lingkungan, karena komponen lingkungan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dua komponen lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sahabat Ciliwung Depok, Hidayat Al Ramdani, mengakui masih ada beberapa titik limbah cair. Ruang hijau di bantaran Sungai Ciliwung itu pun ternoda dengan bau tidak sedap yang berasal dari limbah pabrik tahu. Kebanyakan dari mereka membuang langsung limbah cari tersebut ke sungai tanpa melalui pengolahan yang benar.

“Andai pengusaha kecil ini bisa disentralisasikan, tentu tak akan ada limbah. Tak ada bau tak sedap jika kita melintasinya,” tutur Hidayat.(ina)