yamaha-nmax

 

 

PENILAIAN: Kepala SMPN 19 Depok, Muawanah (kiri duduk), sedang melakkan Supervisi Akademik untuk salah satu gurunya. PEBRI/RADAR DEPOK

 

PANCORANMAS – Supervisi Akademik menjadi agenda rutin dari Kepala SMPN 19 Depok, Muawanah. Setidaknya, dalam setahun Muawanah melakukan dua kali Supervisi Akademik untuk guru-gurunya. Dimana, dalam Supervisi Akademik itu, Muawanah memperhatikan kinerja dari guru dalam mengajar di kelas sesuai dengan RPP yang dibuatnya, dan metode yang digunakan guru tersebut.

Muawanah menuturkan, Supervisi akademik yang bersahabat tentunya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jadi, dalam Supervisi Akademik untuk membantu guru dalam mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran.

“Dengan melakukan Supervisi Akademik, bisa melihat kondisi nyata kinerja guru, terutama dalam interaksinya di dalam kelas, untuk mencapai tujuan akademik,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tidak hanya itu saja, Supervisi Akademik bisa dibilang adalah evaluasi terhadap kinerja guru. Jadi, akan ketahuan apa kekurangan dan kelebihan dari guru yang di Supervisi Akademik. Sehingga, tercipta pembelajaran yang bermutu. Karena, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran , melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

“Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelolaembelajaran,” terangnya.

Muawanah menuturkan, sesaat menjelang pelaksanaan Supervisi Akademik, guru sebaiknya dipanggil, untuk menanyakan hal hal yang berhubungan dengan persiapan supervisi. Apabila kita adakan pendekatan hati yang baik, apapun yang menjadi kendala supervisi bisa diminimalisir. Temuan temuan yang terjadi selama Supervisi Akademik di kelas dicatat dengan seksama, kemudian dibahas bersama sama pasca Supervisi Akademik.

“Dengan tetap memposisikan diri sebagai sahabat terbaik bagi guru, temuan temuan kita jadikan bahan kajian lebih lanjut, ditahap Evaluasi. Kelebihan guru dipertahankan bahkan dikembangkan terus sementara kekurangannya kita carikan jalan keluar agar bisa diminimalisir,” jelasnya. (peb)