IRWAN/ RADAR DEPOK BERKUNJUNG : Pengurus DPD Partai Berkarya Kota Depok, Agung Witjaksono bersama seketarisnya saat berkunjung ke Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Dadang Wihana untuk bersilaturahmi, Kamis (22/12).
yamaha-nmax

 

DEPOK – Kantor Kesantuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menepati janjinya untuk mengundang kedua belah pihak kubu DPD Partai Berkarya Kota Depok.

Baik kubu Acep Saepudin dan Agung Witjaksono diajak duduk bareng guna mencari solusi atas dualisme kepengurusan ini.

Kemarin, pertemuan dilangsungkan di Kantor Kesbangpol Kota Depok, Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya. Namun sayang, cuma kubu Agung yang berani muncul. Sementara pihak Acep tak datang.

“Kami mengundang dua pihak unutk mengajukan laporan kepengurusan Partai Berkarya Depok. Pihak Agung yang datang, sedangkan pihak Acep tidak hadir,” kata Kepala Kesbangpol Kota Depok, Dadang Wihana kepada Radar Depok.

Dalam pertemuan itu, kata Dadang, pihak Agung menyampaikan berkas kepengurusanya dan Surat Keputusan (SK) dari DPP.

“Iya, kami memperiksa berkas milik Pak Agung yang dibawa lengkap,” katanya.

Sehubungan pihak Acep tidak hadir dalam pertemuan tersebut, Dadang mengatakan, akan kembali menggelar pertemuan serupa. Dua pihak diharapkan bisa hadir.

“Kami Kesbangpol hanya untuk mendata kepengurusan yang sah. Jadi Selasa (27/12) layangkan surat kembali untuk datang ke sini,” bebernya.

Dadang menuturkan, langkah pemangilan kedua pihak, lantaran Kesbangpol ingin mengetahui berkas masing-masing kubu.n

“Karena hanya satu pihak kepengurusanya yang resmi, berkas milik Agung sudah lengkap, sedangkan Acep belum melampirkan kekuranganya,” tegas Dadang.

Sementara itu, Agung mengklaim berkas yang dimiliki sudah lengkap dan memiliki SK resmi dari DPP Partai Berkarya.

“Memang kami lebih awal mendapatkan sk. Karena perjalananya cukup panjang, secara legalitas kami sudah punya SK pertanggal 21 november 2016,” jelas pria yang pernah memimpin DPC Partai Demokrat Kota Depok itu.

Dirinya pun berharap agar masalah dualisme DPD Partai Berkarya Kota Depok dapat selesai secara dewasa.

“Kami sepakat besarkan partai ingin kasus ini diselesaikan secara adem,” kata dia.

Terpisah, Acep mengatakan akan berislah dengan pihak Agung dalam persoalan partai ini. Karena dirinya mengaku akan bersama-sama membesarkan partai tersebut.

“Saya fatsun dengan Partai Berkarya, sekalipun saya jadi tukang sapunya kantor DPP Partai Berkarya. Jadi semua ini saya serahkan ke DPP Partai Berkarya,” kata Acep saat dihubungi. (irw)