DICKY/RADARDEPOK SAMPAIKAN : Kapolresta Depok AKBP Herry Heryawan saat memaparkan hasil kinerja Polresta Depok selama 2016 di Polresta Depok, kemarin.
yamaha-nmax
SAMPAIKAN : Kapolresta Depok AKBP Herry Heryawan saat memaparkan hasil kinerja Polresta Depok selama 2016 di Polresta Depok, kemarin. DICKY/RADARDEPOK

DEPOK–Selama 2016 berbagai permasalahan telah ditangani Polresta Depok. Sejumlah kasus terus dilakukan pengungkapan mulai dari, pembunuhan, narkoba, pemerkosaan hingga pencabulan terhadap anak. Selain itu, sebanyak 54 anggota Polresta Depok yang mendapatkan penghargaan dan anggota polisi yang nakal juga mengalami penurunan.

Kapolresta Depok, Herry Heryawan mengatakan, Polresta Depok terus melaksanakan tugas guna menjaga kondusifitas Kota Depok. Sejumlah kasus dan pengungkapan sudah dilaksanakan pihaknya, diantaranya kasus begal dengan menggunakan tali pocong, kasus anton melakukan pembunuhan dengan cara meracun kopi menggunakan sianida, narkoba minion, hingga pencabulan anak.

“Kami akan terus berusaha melakukan pengungkapan kasus yang terjadi ditengah masyarakat Kota Depok,” ujar Herry kepada Radar Depok selepas merilis hasil kinerja Polresta Depok sepanjang 2016, kemarin.

Herry menjelaskan, pada tahun ini permasalahan kepada anggota mengalami penurunan. Dari data yang dia miliki pada tahun 2015 ada 33 anggota bermasalah dan hanya 13 anggota yang terjadi pada tahun ini. Selain itu, penahanan terhadap anggota mengalami penurunan, pada 2015 ada 17 anggota dan 2016 delapan anggota.

Namun, atas kinerja kepolisian Polresta Depok dalam melayani masyarakat dan menangani kasus ditengah masyarakat. Pada tahun ini mengalami kenaikan anggota yang mendapatkan penghargaan. Pada 2016 ada 54 anggota dan 2015 sebanyak 34 anggota. Dia berharap, pihak kepolisian dapat terus melaksanakan pengungkapan kasus dan menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Pengungkapan pengungkapan kasus pada tahun ini trend nya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya,” terang Herry.

Herry menuturkan, pada 2015 dari 70 KSS sebanyak 3.069 Crime Clereance (CC) dan 2.174 Crime Total (CT), 11 KSS CT mencapai 1.277 CC dan 748 CT, serta 4 KSS 818 CT dan 362 CC. Sedangkan untuk 2016, 70 KSS sebanyak 3.637 Crime Clereance (CC) dan 2.375 Crime Total (CT), 11 KSS CT mencapai 1.407 CC dan 976 CT, serta 4 KSS 886 CT dan 545 CC.

“Kami berharap, masyarakat dapat membantu kepolisian guna menjaga kondusifitas dan gangguan kamtibmas ditengah masyarakat,” ucap Herry. (dic)