AYO DUKUNG : Seluruh pihak terkait dalam program Roadshow Stop Kekerasan pada Anak yang diselenggarakan di SDN Pancoranmas 1.
yamaha-nmax

PANCORANMAS  –  Road Show Stop Kekerasan Pada Anak (SKPA) yang di kolaborasikan dengan Dongeng terus dilakukan. Kali ini dilaksanakan di SDN Pancoranmas 1, Sabtu (17/12) yang diikuti  sekitar 300 anak.

Program ini merupakan bagian program dari Ketua TP PKK Kota Depok yang juga menjadi Pembina Forum Keluarga Harmonis (FKH) Kota Depok, Elly Farida.

Elly menyatakan,  Roadshow ini merupakan salah satu cara untuk membekali anak-anak, agar paham dan punya rasa berani dalam membela diri jika menghadapi tindak kekerasan. Edukasi diberikan melalui dengan dongeng. Melalui story telling atau dongeng tersebut diharapkan bisa menjadi bekal bagi anak-anak, guru dan orang tua, dengan cara seperti ini juga lebih mudah dipahami.

Lebih lanjut, Elly menjelaskan, memberikan edukasi kepada anak-anak ini berupa bagian tubuh mana yang tidak boleh di sentuh. Selain oleh dirinya sendiri dan orang tuanya, Elly juga mengajarkan supaya anak berani teriak untuk minta tolong jika mengalami tindak kekerasan.

“Ada beberapa bagian dari tubuh kita yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, kecuali oleh orang tua kita sendiri, di antaranya, bibir, dada, perut sampai lutut dan bokong,” ucapnya.

Elly menegaskan, kalau ada orang yang berusaha untuk menyentuh bagian-bagian tubuh tersebut. Anak-anak harus berani teriak dengan keras. Dan apabila orang tersebut memaksa untuk tetap menyentuhnya anak-anak harus teriak lebih keras lagi, supaya ada yang lain yang mendengar dan menolongnya.

“Pancoranmas untuk yang ketiga kalinya, sebelumnya kami sudah melakukan edukasi di Kecamatan Tapos dan Sukmajaya, Road Show Stop Kekerasan Pada Anak (SKPA) melalui dongeng ini akan berlangsung di 11 kecamatan yang ada di Depok,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Tinte Rosmiati mengatakan, dengan adanya kegiatan ini tentunya sangat bagus sebagai upaya preventif. Disini anak-anak diajarkan untuk melindungi dirinya sendiri dari tindak kejahatan. Bagaimana jika bertemu orang lain yang tidak dikenal yang ingin berbuat tidak baik. Lalu bagaimana jika akan dilakukan tindak kekerasan maka anak sudah akan memiliki sikap.

“Dengan adanya upaya pencegahan diharapkan kasus-kasus kekerasan pada anak ataupun yang lainnya bisa diberantas,” tutup Tinte. (ina)