yamaha-nmax

DEPOK – Menjelang Natal dan Tahun Baru. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, menjamin ketersedian dan kestabilan bahan pokok. Khalayak Depok juga mdiminta tidak belanja berlebihan.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Depok, Supomo mengatakan, stok kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar mencukupi, dan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang siginifikan. Bahkan, menjelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag telah melakukan berbagai antisipasi guna tidak terjadi kenaikan harga.

“Kami akan terus berusaha guna menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan tidak ada kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Supomo kepada Radar Depok, kemarin.

Supomo menjelaskan, Disperindag akan terus memantau kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Kota Depok. Dia akan melakukan turun langsung, guna mengetahui harga kebutuhan pokok di pasar. Dan memberikan himbauan kepada masyarakat, guna memberi kebutuhan pokok sesuai kebutuhan rumah tangga mereka, dan tidak membeli secara berlebihan.

Selain itu, sambung Supomo telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain yang berbatasan dengan Kota Depok, seperti Bogor, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Menurutnya, harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masih terintegrasi dengan wilayah lain, salah satunya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

“Kebutuhan Pokok tidak terlepas dari wilayah tetangga, sehingga perlu dilakukan koordinasi antar pemerintah,” terang Supomo.

Untuk saat ini, sambung Supomo kebutuhan pokok dalam kondisi stabil. Diantaranya, beras IR 64 kualitas II Rp10.514 per Kg, minyak goreng kemasan Rp12.857 per liter, gula pasir Rp15.714 per Kg, daging sapi Rp117.143 per Kg, daging ayam Rp36 ribu per Kg, telur ayam Rp19.429 per Kg, cabai merah keriting Rp59.571 per Kg, cabai rawit merah Rp51.429 per Kg, bawang merah Rp39.429 per Kg, dan bawang putih Rp40 ribu per Kg.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kemirimuka, Sutisna menuturkan, harga kebutuhan pokok masih dalam harga normal. Guna menghindari kenaikan harga, dia sudah memberikan himbauan kepada pedagang dan masyarakat. Seperti tidak berlanja secara berlebihan, pedagang tidak menaikan harga kebutuhan pokok terlalu tinggi, penjualan dan penggunaan gas LPG 3 Kg hanya untuk masyarakat miskin. “Kami sudah memasang spanduk pemberitahuan, dan akan melakukan pengawasan secara langsung ke sejumlah pedagang,” ucap Sutisna. (dic)