Desi Fitriani Dokter Spesialis Penyakit Dalam IDI Kota Depok
yamaha-nmax
Desi Fitriani
Dokter Spesialis Penyakit Dalam IDI Kota Depok

 

DEPOK – Ramlan Butarbutar, salah satu pelaku perampokan di rumah mewah kawasan Pulo Mas Jakarta Timur, diketahui sebelumnya telah mengidap penyakit gagal ginjal.

Terkait hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Desi Fitriani menjelaskan, penyakit ginjal tidak ada hubungannya dengan syaraf. Biasanya penyakit ginjal mengakibatkan nyeri di pinggang sampai ke perut jika terjadi batu di ginjal.

“Sedangkan ginjal dengan darah tinggi dan diabetes akan terjadi gangguan ginjal berupa kebocoran dan gagal ginjal,” papar Desi kepada Radar Depok, kemarin.

Jika sudah lama, lanjut Desi, tubuh tidak bisa mengeluarkan racun sehingga akan menyebabkan muntah, gangguan kesadaran dan sesak nafas. Biasanya jika sudah harus dicuci darahnya. Sedangkan untuk batu ginjal harus dioperasi dan bila infeksi biasanya diberikan antibiotik.

“Tidak ada hubungannya penyakit ginjal dengan syaraf,” tegas Desi.

Sementara itu, Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala menilai, kasus perampokan yang terjadi hingga mengakibatkan enam orang tewas meninggal akibat disekap di dalam kamar mandi, merupakan salah satu kejahatan sadis. Ramlan bisa dikategorikan sebagai penjahat Hard Core karena bisa menjadi buron ketika dia sudah tertangkap.

“Kalau buron belum bisa tertangkap, tidak bisa juga menyalahkan polisi karena Ramlannya saja yang Hardcore,” ujar Adrianus kepada Radar Depok.

Yang terpenting saat ini menurut dia, polisi harus mencari tahu motif sebenarnya menjadi dasar komplotan Ramlan memilih rumah Dodi sebagai target perampokan.

“Bagaiamana dia (Ramlan,red) memilih targetnya yaitu rumah pak Dodi, kalau polisi yang belum mampu menangkap Ramlan selama ini, saya rasa banyak sekali variable yang mempengaruhi hal tersebut,” terang dia.

Seteleh semua tersangka ditangkap dan mampu diperiksa dirinya berharap motif tersangka dapat diketahui. “Perampokan sungguhan atau hanya pura-pura itu semua harus dicari tahu dulu,” tutup dia. (ina/bry)