SAWANGAN – Ketua Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Sawangan, Matobi memprotes anggaran kegiatan tahun 2017 untuk FKKS kecamatan yang dianggap tidak merata. Bahkan menurut dia, ada kecamatan yang FKKS-nya tidak berjalan, tetapi diberikan anggaran lebih dari sepuluh kali lipat dari kecamatan lainnya  yang aktif.

“Kami memprotes anggaran yang sudah diputuskan ketika rapat bersama OPD, karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah kami lakukan di Lembang, Bandung belum lama ini. Di kecamatan lain, ada yang mendapat anggaran sampai Rp170 juta, sedangkan kami Rp 12 juta. Itu kan timpang,” terang dia kepada Radar Depok.

Jumlah anggaran sebesar Rp12 juta kata dia, tidaklah akan cukup untuk menunjang kegiatan dalam setahun. Karena itu, dirinya meminta kepada Pemkto Depok untuk merevisi kembali penetapan anggaran yang telah ada.

“Dalam setahun itu, minimal kita melakukan empat kali pembinaan, rapat-rapat, serta kegiatan lainnya, tentu tidak akan cukup dengan anggaran segitu (Rp 12 juta),” terang dia.

Bahkan, jumlah anggaran buat 2017 ini kata dia, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai hampir Rp 30 juta. Alasan Pemkot Depok, karena anggaran ini diajukan oleh camat sebelumnya, jadi seharusnya FKKS kecamatan mengetahuinya.

“Tetapi,  kenyataannya kami tidak dilibatkan,” ungkap dia.

Menurut dia, dalam rapat bersama pengurus FKKS seluruh kecamatan di Kota Depok, semua memiliki satu pemahaman tentang anggaran yang telah diajukan.

“Masing-masing kecamatan yang jumlah kelurahannya lebih banyak dari lainnya. Jumlah anggarannya disesuaikan. Seperti kami telah mengusulkan anggaran sekitaran Rp 60 juta,” ujar dia.

Lebih lanjut menurut dia, anggaran yang minim itu dapat membuat FKKS Sawangan vakum pada 2017. Karena, tidak akan cukup untuk mengadakan kegiatan-kegiatan.

“Kami bisa vakum, apalagi tiap tahun di Kota Depok mengikuti kegiatan lomba kecamatan sehat,” tutup dia. (bry)