yamaha-nmax

SIAP MENGAMANKAN: Jajaran personil Polsek Pancoranmas berada di Pos Pam Gereja Santo Paulus Jalan Melati, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. RETNO/RADARD

 

DEPOK – Jelang Perayaan Tahun Baru 2017, Polsek Pancoranmas dan Polsek Beji mulai perketat pengamanan. Seperti yang dikatakan, Kapolsek Pancoranmas, Kompol Hamonangan Nadapdap. Pihaknya perketat pengamanan dengan mendirikan tiga Pos Pam. Diantaranya, Pos Pam Gereja Herkulanus, Kelurahan Depok Jaya, Pos Pam Gereja Betel Indonesia (GBI) Jalan Kamboja, Kelurahan Depok, Pos Pam Gereja Santo Paulus Jalan Melati, Kelurahan Depok.

“Jadi anggota yang ada di satu Pos Pam saat malam Tahun Baru dan Natal ada 50 personil. Lalu kalau yang stand by setiap hari ada 20 anggota setiap Pos Pam,” kata Kompol Hamonangan Nadapdap kepada Radar Depok.

Lebih lanjut, ungkapnya, untuk malam tahun baru akan diperkuat dengan pasukan gabungan dari masing-masing Forkopimda Kecamatan.

“Kita perlu menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan mengajak kepada warga, khususnya para pemuda untuk berpartisipasi menjaga kamtibmas,” jelasnya.

Dia menambahkan, monitoring ke sentra-sentra ekonomi dan masjid-masjid tetap dipantau, hanya tidak stasioner, tetapi bersifat mobile.

”Dipertebal dengan para anggota dari Polres Depok,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Beji , Kompol Bambang Handoko mengungkapkan, titik-titik pengamanan Tahun Baru 2017 yang diperketat di wilayahnya, antara lain, di D’Mall, Detos, Margo City, Bumi Wiyata, (sentra ekonomi ). Kemudian, untuk tempat hiburan (kolam renang Ceria, Tirta Ria, Hotel Bumi Wiayata).

“Ploting pam Jalan Arif Rahman Hakim dan sepanjang Margoda. Namun, jalur lainnya juga kita lakukan monitoring,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk Pos Pam yang ada di wilayah Kecamatan Beji berada di samping Margo City. Kemudian, untuk personil Polsek Beji yang dikerahkan dalam pengamanan Tahun Baru 2017, sekitar 70 anggota.

Dirinya juga mengerahkan kepada babinkamtibmas yang ada di Polsek Beji, untuk melakukan deteksi dini dan deteksi aksi gangguan-gangguan yang terjadi di masyarakat.

“Mereka lebih meningkat sosialisasi mengenai Kamtibmas, curanmor, lantas,” tandasnya.(ret)