Febrina/Radar Depok KHIDMAT : Suasana upacara hari ibu di Kota Depok yang diadakan di lapangan balaikota Depok.
yamaha-nmax

DEPOK – Pemerintah Kota Depok menggelar memperingati Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 yang dipusatkan di halaman Kantor Walikota Depok, Jumat (23/12). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Upacara Hari Bela Negara ke-66 Tahun 2016 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tingkat Kota Depok Tahun 2016.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebutkan, masyarakat Depok terutama generasi mudanya perlu memaknai Hari Ibu (HI), yang diperingati setiap tahun sebagai sebuah momentum gerakan perjuangan kaum perempuan, yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini pun diharapkan dapat mengembangkan jiwa dan semangat kepedulian, kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih dalam membela negara.

PHI ke-88 Tahun 2016 ini mengusung Tema: “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan”. Peringatan Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK ) Kota Depok, Eka Bachtiar mengungkapkan, perempuan dan anak dengan jumlah hampir >70 persen dari total penduduk Kota Depok keduanya merupakan sumber daya yang sangat potensial dalam pembangunan. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berharap, bahwa peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. (ina)