KLARIFIKASI : Ketua IKIAD, Chico Tangke Allo memberikan klarifikasi dan keterangan tentang pelaksaan Depok Night Parade (DNP).

 

DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menjelaskan bahwa pelaksanaan Depok Night Parade (DNP) murni merupakan tanggung jawab para istri anggota dewan yang tergabung di Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kota Depok.

Komentar ini dilontarkan oleh Hendrik, menanggapi adanya ketidaksetujuan dari sejumlah anggota dewan tentang acara yang digelar di kawasan Grand Depok City (GDC).

“Ini kegiatan merupakan tangung jawab ibu-ibu, istri para anggota dewan,” kata Hendrik kepada Radar Depok, kemarin.

Ia pun menegaskan bahwa acara ini sebetulnya tidak perlu keterlibatan para unsur pimpinan dewan. Karena tadi, ini merupakan hajat dari IKIAD.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Igun Sumarno mengatakan, kegiatan Depok Night Parade tidak melibatkan anggota dan unsur di DPRD Kota Depok. Bahkan, secara teknis tidak berjalan semestinya. Pagelaran budaya ini, katanya, terkesan dipaksakan.

“Awalnya program dari IKIAD. Harusnya dimusyawarahkan melalui komunikasi IKIAD. Tapi pelaksanaanya cenderung menjadi hak prerogeratif Ketua IKIAD,” kata Igun.

Bahkan, Ketua DPD PAN Kota Depok ini, anggota dewan yang lain tidak ada yang tahu bentuk pengelolaan kegiatan itu. Unsur pimpinan juga tidak ada yang tahu dan dilibatkan.

“Ada Bu Yeti Wulandari sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok. Istri saya dan istri Pak Supariyono (Wakil Ketua DPRD Kota Depok). Dari teknis pelaksanaannya saja sudah salah acara ini,” tegasnya.

Menanggapi ocehan Igun, Hendrik mengatakan jika hal itu merupakan statement miring saja. HTA-sapaannya-menuturkan, di IKIAD, secara otomatis seluruh istri anggota dewan akan tergabung. Nah kalau suami, tentunya mesti mendukung kegiatan yang digagas istri.

“Ibu-ibunya jangan dipolitisir lah, biarkan mereka berkarya. Harusnya didukung, mereka kan rutin ikut arisan. Boleh -boleh saja suaminya gontok-gontokan. Tapi istrinya jangan dilibatkan, kalau perlu didorong kegiatanya,” tegas mantan pilot itu.

Disinggung menyoal dana Depok Night Parade yang mencapai Rp400 juta, HTA membantahnya. Ia menyebut jika dana yang dipakai ada yang berasal dari kerjasama profesional dengan swasta.

Ada juga, kata dia, dana yang berasal dari APBD Kota Depok sebesar Rp150 juta. Ia pun menyebut dana itu bisa dipertanggungjawabkan. “Banyak oknum yang mau mengagalkan acara ini. Janganlah dipolitisasi. Acara ini kan untuk masyarakat,” katanya. (irw)