Ilustrasi
Ilustrasi

CIMANGGIS – Menjelang pergantian tahun, beberapa komuditi pasar di Kota Depok mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan lebih dari 100 persen di pedagang pasar tradisional.

Ulfa (38), salah satu pedagang di Pasar Koja, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, mengatakan, sejak satu minggu beberapa barang dagangannya mengalami kenaikan.

Seperti terong dan pare, yang semula biasa dijual Rp4.000 per kilogram (kg), Ulfa terpaksa menjual dengan harga Rp12.000. Kemudian, kol yang semula Rp4.000, menjadi Rp10.000. Tak ketinggalan, harga jagung dari Rp4.000 per kg, kini Rp8.000.

“Untuk harga sayur-mayur lainnya relatif stabil,” kata Ulfa, yang sudah berjualan di Pasar Koja sejak 2003.

Kenaikan terbesar di cabai rawit merah. Semula Ulfa menjual Rp30.000, kini Rp75.000 sampai Rp80.000. Sedangkan cabai rawit hijau dijual Rp60.000, dari Rp20.000.

“Dari Pasar Induk Kramat Jati barangnya juga langka, jadi naik tinggi harganya,” tutur Ulfa.

Penurunan terjadi untuk jenis buncis dan kacang panjang. Dari yang sebelumnya ia jual Rp18.000, sekarang Rp10.000. “Beberapa hari kemarin harga kacang panjang dan buncis yang naik, tapi sekarang turun,” pungkasnya.

Pedagang di Pasar Pal Kelurahan Tugu, Cimanggis, Sulastri (45), mengatakan, harga bawang merah cenderung turun, dari Rp30.000 jadi Rp25.000. Hanya bawang putih yang mengalami kenaikan, dari Rp20.000 ke Rp30.000. “Telor juga naik dari Rp18.000, jadi Rp24.000,” katanya.

Berdasarkan informasi dari agen, katanya, kenaikan harga karena libur panjang, yang membuat jalan macet. Sehingga kendaraan pengangkut sayuran mengalami hambatan.

“Jadi sampainya lebih lama dan beberapa sayur malah busuk. Jadi langka barangnya,” ungkap Sulastri.

Kenaikan ini dikeluhkan ibu rumah tangga. Seperti yang dituturkan Suryanah, warga Kelurahan Cisalak Pasar. Ia mengaku, tingginya harga sayur-mayur membuatnya lebih selektif dalam berbelanja.

“Terpaksa dikurangi belanjaannya atau bisa beli di warteg saja. Daripada uang belanja dari suami nggak cukup,” keluh Suryanah. (cky)