JUNIOR/RADAR DEPOK SIAGA: Kasat Sabhara Polresta Depok, AKP Subandi (kanan) kala memeriksa kondisi keamanan di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Margonda, kemarin sore.
yamaha-nmax

DEPOK Pasca penggerebekan teroris di sebuah rumah kontrakan, kawasan Puri Serpong 2, Kampung Curug RT02/01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kemarin siang, Kota Depok pun waspada. Ada peningkatan pengamanan yang dilakukan Polresta Depok.

 

Pasukan bermotor milik Satuan Sabhara Polresta Depok melakukan patroli ke sejumlah titik rawan. Antara lain, Terminal Depok, ITC Depok, dan Depok Town Square (Detos).

 

Kasat Sabhara Polresta Depok, AKP Subandi mengatakan jika patroli bukan dilandasi adanya teroris di Tangerang Selatan. Namun memang, adanya kasus tersebut, pihaknya lebih memperkuat patroli pengamanan.

 

“Hari ini (Rabu, 21/12/2016) kami turunkan sebanyak 15 pasukan Rimas Sabhara plus bantuan dari Tim Jaguar,” ungkapnya kepada Radar Depok.

 

Mantan Kasi Propam Polresta Depok ini menambahkan, peningkatan pengamanan juga dilakukan sebagai langkah menyambut Natal dan Tahun Baru. Pada dua hari besar itu, Satuan Sabhara akan menurunkan pasukan sebanyak 60 orang. Jumlah bisa dilebihkan, tergantung kondisi di lapangan.

 

“Titik-titik keramaian kami amankan,” tegasnya.

 

Tentang pengamanan Natal dan Tahun Baru, sebelumnya Wakapolresta Depok, AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan personel gabungan TNI-Polri sebanyak 800 orang.

Rinciannya, Polresta Depok menyiapkan 600 personel. Sementara eskalasi 200 prajurit, rencananya akan diturunkan oleh Kodim 0508/Depok.

 

Jumlah tersebut kemungkinan bakal bertambah. Karena polisi juga merangkul unsur ormas untuk bersama mengamankan dua hari besar tersebut. Misalnya dari Banser NU yang menyiapkan massa pengaman sebanyak 100 sampai 200 orang.

 

Khusus pengamanan Natal, lanjut dia, pihaknya bakal menempatkan sejumlah petugas gereja. Bahkan anjing pelacak juga akan disiagakan. Kemungkinan sebelum misa Natal dimulai, akan lebih dulu dilakukan sterilisasi.

 

“Rencananya kami akan amankan sekitar 200 gereja. Tapi baru sebanyak 137 gereja yang mengajukan kegiatan,” pungkasnya. (jun)