DEMIANAK : Ibunda Naura, Fitriyanti tengah mencium putri kesayangannya yang menderita Artesia Billier. Insert :Naura Aulia Putri Wibowo bersama Ibunya, Fitriyanti saat mendatangi kantor UPT Jamkesda, guna mengetahui mekanisme bantuan Pemkot, kemarin.
yamaha-nmax

 

DEPOK  –  Tenaga Fitriyani tak lelah membuat anak perempuan Naura Aulia Putri Wibowo, ingin tersenyum di Hari Ibu ke-88. Tangisan lirih pun sudah berlalu sejak anak keduanya itu divonis sakit Atresia Billier. Walau Fitriyanti dan suaminya Catur Setyo Wibowo sesama pekerja, menggapai Rp1,2 miliar untuk kesembuhan anaknya tak mungkin. Perjuangan sang ibu pun disini diuji. Tekad bulat ingin Naura layaknya anak pada umunya dilakoninya.

 

Kemarin, seperti hari-hari yang dilakukannya demi memperpanjang hidup Naura. Sekira pukul 03:00 WIB, Fitriyanti sudah bangun untuk mengatur persiapan Naura memeriksakan kesehatannya di RSCM Jakarta. Baju, susu, dan perlengkapan Naura pun dimasukan kedalam tas gebloknya berkelir biru bercampur abu-abu. Tepat pukul 04:00 WIB,  dia bersama Naura yang diselimuti kain cokelat dan kakaknya Naura, Rafid Maulana menuju RSCM dengan harapan mendapatkan nomor antrian yang tidak terlalu lama.

 

“Saya sampai RSCM pukul 06.00 WIB, dan mendapatkan nomor antrian 67,” ujar Fitriyanti dengan mata tak lelah kepada Harian Radar Depok , kemarin.

 

Fitriyanti mengungkapkan, rasa kebosanan dalam menunggu waktu antrian dia kesampingkan demi kesembuhan Naura. Sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya Naura dapat diperiksakan kesehatannya di ruangan poli gizi dan melaksanakan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan kesehatan Naura selesai pukul 13.15 WIB. Beres dari RSCM, terngingang  ingat ingin mendapatkan bantuan dari Pemkot Depok, dia pun tergopoh-gopoh berbegas menuju Balaikota Depok menggunakan jasa kereta api.

 

Setelah sampai di Stasiun Depok Baru pukul 14:30 WIB, sambung Fitriyanti pun bergegas menuju Pemkot Depok bersama Naura dan kakaknya. Hal itu dia lakukan, guna menyingkat waktu dan segera mendapatkan informasi terhadap bantuan Pemkot Depok guna kesembuhan Naura. “Kami sudah mendegar dan mendapatkan pengarahan dari Pemkot Depok, melalui UPT Jamkesda,” ujar Fitriyanti.

 

Fitriyanti menuturkan, rencananya untuk menjalankan transpalasi hati. Dia akan mendonorkan hatinya untuk Naura. Fitriyanti berkeinginan melihat Naura sembuh dari perjuangan melawan penyakitnya. Dia mengetahui, apabila Naura berhasil menjalani transpalasi hati, Naura harus mengkonsumsi obat yang direkomendasi dokter seumur hidupnya. “Hatiku untuk mu nak. Ibu ingin kamu sehat dan mampu bertahan sampai besar,” ucapnya dihadapan Naura sembari meneteskan air mata.

 

Sementara, Kepala UPT Jamkesda, Imelda Wijaya menjelaskan, Pemerintah Kota Depok sudah berupaya, guna membantu kesembuhan Naura. Namun, dikarenakan Naura menggunakan BPJS, dia menyarankan orangtua Naura berkonsultasi terlebih dahulu kepada BPJS Center di RSCM Jakarta.

 

“Apabila menerima jaminan kesehatan, tidak dapat menerima bantuan. Sehingga, kami merekomendasikan orangtua berkonsultasi terlebih dahulu ke pihak BPJS di RSCM,” ucap Imelda.

 

Imelda mengungkapkan, setelah berkonsultasi dengan BPJS Center, orangtua Naura akan mengetahui apakah penjamin kesehatan akan menanggung biaya transpalasi atau tidak. Apabila tidak mendapatkan jaminan, pihaknya akan mengupayakan Naura  mendapatkan bantuan Pemkot dengan membuat surat permohonan.

 

Selain itu, sambung Imelda UPT Jamkesda juga sudah berkoordinasi dengan Humas RSCM Jakarta, guna mengetahui sejauhmana perkembangan kesehatan Naura dan mekanisme dalam operasi transpalasi hati.

 

“Intinya, kami akan melakukan pengawalan terhadap Naura untuk sembuh dari penyakitnya,” terang Imelda. (dic)