yamaha-nmax

BERGABUNG : Kedua pihak pengurus DPD Partai Berkarya Kota Depok, yaitu Agung Witjaksono dan Acep Saepudin saat berada di DPP Partai Berkarya untuk menyelesaikan dua kepengurusan di partai tersebut.

 

DEPOK – Dualisme yang terjadi di tubuh DPD Partai Berkarya Kota Depok belum juga menemui titik terang. Kedua kubu, baik dari pihak Agung Witjaksono dan Acep Saepudin merasa sebagai pihak yang memimpin partai ini di Kota Depok.

Karenanya untuk mencari jalan terbaik, Selasa (27/12), masing-masing kubu kompak mendatangi markas DPP Partai Berkarya di Jakarta. Tujuannya untuk meminta arahan, guna mencari jalan keluar atas masalah ini.

“Kami dari kubu Agung dan Acep dipertemukan di DPP Partai Berkarya. Oleh DPP, kami diminta datang,” ujar Sekretaris DPD Partai Berkarya Kota Depok Kubu Agung, Mansurya kepada Radar Depok, kemarin.

Dari pertemuan tersebut. Mansurya mengatakan, DPP memberi waktu paling lambat sampai januari 2017 untuk kedua kubu bisa saling melebur menjadi satu kepengurusan partai saja.

Sebab, lanjutnya, seluruh kebijakan tentang Partai Berkarya merupakan kewenangan berasal dari DPP. SK Kepengurusan pun yang mengeluarkan adalah DPP.

“SK bukan kewenangan dari DPW Partai Berkarya Jawa Barat,” jelas dia.

Ia pun antusias atas instruksi tersebut. Baginya yang terpanting ialah bagaimana dapat membesarkan partai ini di Kota Sejuta Maulid.

“Jadi ke depan, Partai Berkarya diharapkan menjadi partai besar secara nasional maupun di daerah,” katanya.

Terpisah, Acep Saepudin mengatakan kepengurusan Partai Berkarya di Depok akan dijalankan bersama-sama oleh kedua belah pihak. Ia berjanji akan patuh atas amanat DPP.

“Kami diminta DPP berunding membesarkan partai ini. Karena saya dengan Agung sudah saling kenal,” kata Acep. (irw)