RETNO/RADARDEPOK UNIK DAN KREATIF: Andi Suhandi Endong, pembuat pohon Natal tengah merapikan susunan keraangka pohon Natal yang terbuat dari botol plastik bekas air mineral.
yamaha-nmax
RETNO/RADARDEPOK
UNIK DAN KREATIF: Andi Suhandi Endong, pembuat pohon Natal tengah merapikan susunan keraangka pohon Natal yang terbuat dari botol plastik bekas air mineral.

Ada hal kreatif yang dilakukan warga Jalan Perikanan Kelurahan Pancoranmas, Kota Depok, Andi Suhandi Endong. Ia sengaja mengumpulkan limbah botol plastik bekas air mineral, dan di’sulap’ menjadi pohon Natal yang menarik dan indah.

 Laporan: Retno Yulianti

Tak mudah ternyata, Andi Suhandi Endong membuat pohon Natal yang terbuat dari botol plastik tersebut. Banyak hal yang harus ia siapkan terlebih dulu, sebelum akhirnya nanti pohon tersebut terpampang di halaman Gereja Kristen Pasundan (GKP), tak jauh dari Stasiun Depok Lama Depok, Pancoranmas.

Diketahui, Andi dua tahun terakhir ini sudah didaulat menjadi Ketua Panitia Natal GKP. Pada Natal tahun lalu, ia berhasil membuat pohon Natal yang terbuat dari limbah gelas plastik mineral.

“Tahun lalu responnya sangat positif. Maka tahun ini kami mencoba lebih menarik lagi dengan pohon Natal berbahan dasar botol plastik,” ungkap Andi kepada Radar Depok.

Limbah botol plastik yang ia kumpulkan terdiri dari dua jenis, yakni berukuran 200 mili dan 360 mili. Botol tersebut ia peroleh dari 800 jemaat GKP. Diantaranya ada yang memberi tiga karung botol plastik.

“Akhirnya terkumpul 7.000 botol plastik mineral. Kami mengerjakannya sekitar sebulan, selesai pada 7 Desember 2016 dengan ketinggian pohon natal 11 meter, diameter paling bawah 4 meter,” ucapnya.

Warga Pancoranmas tersebut mengungkapkan, kesulitan dalam pembuatan pohon natal adalah saat harus membuat rangkaian kabel listrik untuk lampu yang dimasukkan kedalam botol plastik mineral. Dirinya bersama jemaat lainnya dengan teliti merangkai kabel lampu-lampu kecil tersebut untuk dimasukkan kedalam botol.

“Jadi yang paling sulit harus dihindari lampu listrik, karena musim hujan sekarang ini. Kami menggunakan 5.200 lampu,” jelasnya.

Selain itu, kesulitan lainnya adalah saat proses pemasangan botol ke struktur pohon berbalut kawat. ‎ Dikatakannya, semakin tinggi pohon natal semakin sulit. Bahkan, pihaknya menggunakan katrol untuk menarik badan pemasang botol di bagian pohon yang tinggi.

Meski begitu, berbagai kesulitan tersebut tak melonggarkan tekad jemaat berkreasi menciptakan karya. Para jemaat bahu membahu agar pohon Natal dari botol mineral itu terwujud.

“Dibantu dari kaum ibu , pemudanya, kalau ibu ibu khusus untuk memasak dan anak muda dengan kita membuat set pohon natal tersebut, Kebersamaan kami, setiap hari kami membuat, dan Sabtu dan Minggu dominan kami mengerjakannya, berkat kebersamaan jadi berhasil berdiri pohon natal berbahan botol plastik mineral setinggi 11 meter ini,”paparnya.

Dia menambahkan, untuk Perayaan Natal 2016 di GKP pada 25 Desember mendatang, pihaknya akan memfokuskan pada tema Jawa Barat. Maka dirinya juga membuat ornamen bernuansa bambu sebagai ciri Jawa Barat. (*)