ADE/RADAR DEPOK TELITI: Lurah Cipayung, Herman, menyambangi salah satu rumah wirausaha pembuat keset, di RT06/06, Kelurahan/Kecamatan Cipayung.
yamaha-nmax
TELITI: Lurah Cipayung, Herman, menyambangi salah satu rumah wirausaha pembuat keset, di RT06/06, Kelurahan/Kecamatan Cipayung. ADE/RADAR DEPOK

CIPAYUNG – Tihani (65), warga RT06/06 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, satu di antara puluhan warga Cipayung yang berwirausaha. Dia membuat keset sebagai produk usahanya.

Karena menurut Tihani, produk tersebut dibuatnya sangat sepele, namun menguntungkan.

“Setelah suami meninggal, saya harus bisa menopang hidup sendiri. Setelah saya berpikir, akhirnya ambil jalan membuat keset,” kisahnya kepada Lurah Cipayung, Herman.

Dengan modal Rp300 ribu pada 2014, Tihani mempersiapkan segala bahan untuk memulai usahanya. Seperti membeli bahan kain bekas dari salah satu pabrik garment di daerah Kota, Jakarta Pusat, hingga alat untuk membuat keset.

“Saya dapat kenalan pabrik garment dari anak. Kemudian anak saya yang beli bahannya ke sana, seharga Rp230.000 satu karungnya dengan berat 30 kg,” katanya.

Setelah mendapatkan bahan, Tihani, dibantu sang anak membuat alat pembuat keset dengan bahan dasar kayu dan kumpulan paku sebagai tempat meletakkan tali untuk menganyam.

“Setelah semua bahan terkumpul, barulah saya mulai membuat keset dan tak jarang mengalami kesalahan,” katanya.

Kini, dari usahanya itu Tihani bisa membiayai hidup bersama anaknya. “Saya jual kesetnya Rp5.000 dan sampai saat ini belum produksi masal, karena keterbatasan pasar,” katanya.

Lurah Cipayung, Herman, mengatakan, dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Cipayung, dia berinisiatif membuat kelompok kelompok usaha.

“Kelompok usaha dibentuk melihat kebutuhan dari masyarakat Cipayung yang rata-rata berprofesi sebagai wirausaha,” katanya.

Namun, kelompok usaha memang baru dibentuk dua bulan. Sehingga masih banyak membutuhkan diskusi dan sosialisasi kepada dinas terkait di Kota Depok.

“Saya baru akan mensosialisasikan hal ini awal tahun (2017, red), agar minimal para wirausaha di sini dapat berkembang,” kata Herman. (ade)