IRWAN/ RADAR DEPOK KONSOLIDASI: Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Jawa Barat, Adi Mulyadi menerangkan bahwa kepengurusan pihak Acep Saepudin DPD Partai Berkarya Kota Depok lebih lengkap dibandingkan Agung Witjaksono saat hadir di Seketaris DPD Partai Berkarya di wilayah, Sawangan, Senin (26/12).
yamaha-nmax

DEPOK Dualisme kepengurusan DPD Partai Berkarya Kota Depok masuk babak baru. Posisi Acep Saepudin, ketua partai pada salah satu kubu, yang tadinya terjepit, kini mulai mendapat angin.

Untuk diketahui dulu, dualisme DPD Partai Berkarya Kota Depok terjadi antara kubu Acep Saepudin dan Agung Witjaksono. Sebelumnya dari kubu Agung yang sudah memiliki SK kepengurusan, sudah mendaftarkan partainya ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok. Acep sendiri mengakui jika belum memiliki SK dari DPP.

Nah atas masalah ini, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, Adi Mulyadi angkat bicara. Menurutnya dari segi kepengurusan, kubu Acep dinilainya lebih lengkap. Baik dari tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Dari segi administrasi juga lengkap. Sekretariat pun ada. Kita ini organisasi, harus terstruktur hingga ke tingkat bawah. Bukan hanya terisi oleh ketua, sekretaris, dan bendahara,” kata Adi kepada Radar Depok di Sekretariat DPD Partai Berkarya kubu Acep, Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Senin (26/12) malam.

Dirinya pun menilai bahwa Acep bersunguh-sunguh dalam menjalankan dan membesarkan Partai Berkarya di Depok. “Terbukti malam ini perwakilan dari 11 kecamatan sudah ada di hadapan kita semua,” tuturnya lagi.

Disinggung menyoal keberadaan kubu Agung, Adi mengaku jika sampai saat ini dia belum menjalin komunikasi dengan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok itu.

Lebih jauh, ia menegaskan bila kepastian soal kepengurusan DPD Partai Berkarya Kota Depok yang sah, akan melalui persetujuan DPP pasca digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya.

“Meski Agung telah mengantongi SK DPP, masih ada kemungkinan kubu Acep untuk memegang komando di Depok,” tegasnya.

Sementara itu, Acep Saepudin mengaku tidak terlalu memikirkan berlebih tentang ‘persaingannya’ dengan Agung. Yang terpenting, kata dia, bisa membesarkan Partai Berkarya di Kota Sejuta Maulid ini.

ihwal SK DPP kepengurusan DPD Partai Berkarya Kota Depok yang dimiliki Agung, kata Acep memang itu sah. Tapi ia tidak masalah. “Partai Berkarya bukan partai bermusuhan. Kami tidak ingin konflik ini berkelanjutan dan saya berharap dualisme ini segera berakhir,” tandas Acep. (irw)