yamaha-nmax

IST

DIJAGA KETAT: Penjagan di Lapas Kelas IIA Kediri, Jawa Timur. Dua napi kasus teroris sudah dipindahkan dari Mako Brimob Kelapa Dua Depok, ke Lapas Kediri, kemarin.

 

DEPOK – Dua narapidana kasus terorisme dipindahkan dari rumah tahanan Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Cimanggis Kota Depok ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, Jawa Timur. Mereka adalah Syarifudin alias Raja dan Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad.

Kedua napi yang diangkut dengan pesawat, tiba di Bandara Abdurrahman Saleh Malang dan melanjutkan perjalanan darat dengan mobil yang sudah disiapkan. Mereka tiba di Lapas sekitar pukul 17.30 WIB. Pihak Lapas Kediri menyiapkan satu sel khusus bagi kedua napi.

“Stop, sementara (peliputan, Red) sampai sini saja dulu,” kata petugas langsung menutup pintu Lapas, Rabu (28/12).

Syarifudin adalah tersangka teroris jaringan kelompok Poso yang divonis tujuh tahun penjara. Sedangkan Abdul Hakim Munabari adalah teroris jaringan ISIS yang telah dihukum penjara selama tiga tahun.

“Tidak ada persiapan khusus, semuanya kami lakukan seperti biasa, toh kami juga ada napi teroris. Hanya nanti ada kamar khusus untuk dua tersangka yang dititipkan ini,” kata petugas Lapas, Bambang kepada wartawan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak Lapas mengenai pemindahan kedua napi. Saat ini petugas melakukan pendataan terhadap kedua napi.

Sementara itu, video bantuan Indonesia ke teroris di Suriah beredar di media sosial. Dalam video itu, ada gambar Indonesia Humanitarian Relief (IHR). Polisi masih menelusuri kebenaran video tersebut.

“Belum ada (pemanggilan). Lebih pada pendalaman kebenaran dari informasi itu. Yang caranya adalah mengumpulkan bahan keterangan, mengumpulkan informasi yang relevan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (28/12).

Saat ini polisi masih mencari tahu detail proses bantuan dari Indonesia ke Suriah tersebut. “Itu menjadi bagian informasi yang saat ini sedang didalami, bagaimana proses pengumpulan bantuan, bagaimana pengiriman, ditujukan kepada siapa, dalam rangka apa bantuan itu. Itu masih banyak data informasi yang harus dikumpulkan,” jelasnya.

Informasi ini bermula dari video yang menggambarkan, setelah kelompok teroris Jaysh Al-Islam kabur dari Aleppo, para warga sipil Aleppo menemukan gudang logistik berupa makanan dan minuman yang dikirim dari Indonesia dan ditinggalkan oleh kelompok tersebut.

Terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agung Budi menyambangi pos polisi di kawasan Ancol. Kakorlantas mengingatkan anggotanya untuk waspada terhadap serangan teroris. Agung menyarankan anggotanya untuk mengubah sistem pengamanan. Selain itu, dia meminta anggota pengamanan lebih mawas diri pada tahun ini.

“Tahun lalu, malam tahun barunya lancar, pas besoknya anggota pada tidur di tenda karena kelelahan. Ini harus dilakukan sistem jaga bergantian agar bisa maksimal. Dan kita tahu, sasaran teroris yang disasar adalah kita juga, ya kita memang mesti lebih waspada dalam bertugas,” tegas Irjen Agung Budi, kemarin.

Permintaan Karkolantas ini disampaikan karena Polantas beberapa kali menjadi target teroris. Dalam beberapa kali penangkapan teroris terakhir, para pelaku mengaku ingin menyerang pos lantas. Seperti penangkapan teroris di Purwakarta, yang menargetkan akan menyerang Pos Lantas Senen. Ada juga teroris di Tangsel, yang berencana menyerang Pos Lantas di Serpong.

Kedatangan Kakorlantas juga bertujuan untuk berbagi informasi mengenai sarana dan prasarana yang dibutuhkan anggota pengamanan malam tahun baru. Dia ingin memastikan perayaan pergantian tahun berjalan aman.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Kapolres Jakarta Utara dan Kapolsek Pademangan. Kita bisa sharing dengan teman-teman dari Jasa Raharja dan pihak terkait, apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pengamanan. Kita harus bisa yakinkan pengunjung steril dan kita aman juga dari serangan,” pungkasnya. (gun/net/dtc)