ALDA/RADAR DEPOK MENIKMATI : SALAH SATU PELANGGAN BAKSO BEWOK SEDANG MENIKMATI SANTAPAN BAKSO KERUH YANG DISAJIKAN DENGAN POTONGAN TULANG AYAM DIATASNYA.
yamaha-nmax

DEPOK  –  Anda pecinta makanan khas Indonesia yaitu bakso? Sudah biasa jika Anda menyantap menu makanan bakso yang berkuah bening. Namun, bagaimana jika menyantap bakso dengan kuah yang keruh?

Lokasinya di pinggir jalan permukiman penduduk. Tepatnya di perempatan Jalan Ridwan Rais, dengan Jalan Walet dan Jalan Lengkeng (depan pintu masuk Universitas Indonesia – dekat Politeknik Negeri Jakarta). Penduduk sekitar menyebutnya “Bakso Bewok”. Menurut salah satu karyawan di warung bakso ini, pemberian nama tersebut dikarenakan pemilik memiliki jenggot yang panjang, sehingga diberilah nama tersebut.

Ada sesuatu yang berbeda dalam penyajian bakso dari warung bakso ini. Yakni kuah yang berwarna hitam pekat dan juga terdapat tulang ayam sebagai pelengkap santapan bakso tersebut. “Kuahnya warna hitam dikarenakan menggunakan olahan bawang merah dan bawang putih yang digoreng, setelah itu ditumbuk dengan tambahan campuran rempah-rempah seperti lada dan lain-lain,” jelas Muhammad Alex, salah satu karyawan Bakso Bewok kepada Radar Depok.

Sedangkan penggunaan ayam dalam sajian baksonya, Alex bercerita kalau sebelumnya warung bakso ini pernah menggunakan iga sebagai pelengkapnya. Namun, karena sering mendapatkan usulan dari anak kamous yang sering berkunjung untuk meminta menggunakan daging ayam, akhirnya Bakso Bewok pun mengganti menunya dengan menggunakan daging ayam.

“Kebanyakan langganan kita dari anak kampus sama penduduk sekitar. Nggak jarang juga ada pelanggan dari daerah yang jauh datang kesini, kayak Sawangan dan lainnya,” tambahnya.

Warung yang khusus menjual bakso ini mematok harga Rp14.000 untuk satu porsi. Sedangkan bagi yang ingin menambah ayamnya saja,  bisa tambah Rp8.000. Warung Bakso Bewok ini terbilang sangat sederhana dengan dinding kayu dan lantai yang masih tanah, namun warung bakso ini tidak pernah sepi pembeli setiap harinya.

“Banyak yang nanya, kok murah banget sih mas. Karena kita kembali mengikuti pasaran. Kalau kita patok dengan harga tinggi, mungkin nggak bisa serame ini. Omzet yang didapat juga lumayan, bisa mencapai puluhan juta perbulan,” tutupnya. (Mg9)