RETNO/RADARDEPOK PARKIR LIAR: Parkir liar yang ada di sepanjang Sejajar Rel, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas.
yamaha-nmax

DEPOK  –  Menjamurnya parkir liar di seputar Stasiun Depok Baru (Stadebar) membuat warga RW 019, Kelurahan Depok geram. Salah satu warga RW 019, Rudi Purnomo mengatakan, dua pekan lalu Unit Reskrim Polresta Depok sudah melakukan penertiban parkir liar dan aktivitas yang ada di sepanjang sejajar rel. Namun, tempat parkir bernama Kemuning kembali beroperasi di dekat pintu masuk Stadebar.

 

“Aparat kepolisian dari Reskrim Polres Depok sudah turun menertibkan, tetapi cuma parkir Kemuning itu yang bandel. Tetap beroperasi hingga sekarang,” ucap Rudi Purnomo kepada Radar Depok.

 

Lebih lanjut, ungkapnya, masih adanya parkiran liar di sepanjang Jalan Baru, Kampung Lio sangat mengganggu karena berada di trotoar jalan. Oleh karena itu, akses jalan baik untuk kendaraan ataupun pejalan kaki jadi menyempit, bahkan menjadi telihat kumuh.

 

“Itu parkiran liar menggunakan trotoar jalan. Parkiran itu bukan dari PT KAI, tetapi dari warga Lio RT 07/19,” ucapnya.

 

Dia mengungkapkan, dari warga lingkungan sudah mencoba melakukan mediasi kepada pemilik parkiran liar tersebut. Namun, rupanya hingga sekarang tidak digubris oleh pemilik parkir Kemuning. Padahal sudah ada peraturan daerah (Perda) tidak boleh parkir di pinggir jalan di Kota Depok.

 

“Kalau begitu, tempat parkir liar yang menggunakan trotoar jalan harusnya termasuk yang dilarang. Untuk itu Pemkot Depok tolong lebih tegas dalam menegakkan perda tersebut. Karena pemilik parkiran pun seperti menantang tidak mau mendengarkan mediasi kami,” tandasnya. (ret)