ADE/RADAR DEPOK MALU: Perempuan yang terjaring operasi eksploitasi anak hanya tertunduk saat digiring ke Mapolsek Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (21/12) malam.

 

DEPOK – Tim Srikandi Polresta Depok bekerja sama dengan Unit Reskrim Polsek Bojonggede menjaring perempuan malam yang kerap menemani pria hidung belang di sebuah tempat karaoke.

Dalam operasi yang digelar Rabu (21/12) malam, Tim Srikandi menjaring tiga perempuan, yang dua di antaranya masih berusia belasan tahun.

Mereka berinisial NA (17), D (19) dan M (21). NA merupakan siswi Kelas XII SMA swasta di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kepada polisi, NA rela pulang malam menjadi pemandu karaoke demi bisa tampil trendi di depan teman sekolahnya.

Perempuan berdara cantik ini beralasan, orangtuanya yang hanya pedagang gorengan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang terbilang glamor.

“Habis bel pulang sekolah, biasanya saya nunggu panggilan dari klien yang biasa mampir di tempat saya kerja di Kampung Tonjong,” katanya.

Terkadang pula, perempuan berambut ikal ini mendapatkan tamu dari teman akrabnya yang sudah berusia lanjut.

“Dari Bang Hen (teman akrab NA) saya punya tamu tetap. Kalau selain sama dia nggak pernah nemuin yang lain. Nanti dicall (telepon, red) kalau dia mau kemari,” kata NA.

NA mengaku bekerja sebagai pemandu lagu baru dilakoni sejak sebulan terakhir. Awalnya, ia diajak teman sekolahnya yang sudah lebih dulu menyelami sebagai pemandu lagu di tempat hiburan tersebut. Lama-kelamaan, pekerjaan ini membuat NA kecanduan. Soalnya, penghasilanya yang didapat sangat menggiurkan.

“Saya kerjanya dari mulai jam 19:00 WIB sampai 21:30 WIB. Hanya menemani pelanggan bernyanyi setiap tiga jam saya mendapat Rp400 ribu,” tutur NA.

NA mengaku ini merupakan cara satu-satunya untuk memenuhi biaya hidup yang tinggi. Terlebih, dia juga bisa berpenampilan mewah di hadapan teman-teman sekolahnya.

“Saya ngelakuin ini karena kebutuhan sekolah, dan buat gaya hidup,” ujar NA.

NA, D dan M diamankan saat asik melayani tamunya bernyanyi di sebuah rumah karoke. Kepala Tim Srikandi, Ipda Nurul Kamila Wati, mengatakan, NA sempat menolak saat petugas berusaha membawanya ke Mapolsek Bojonggede. Dia berontak dan terus menanggis sembari memohon agar tidak diamankan. Setelah dibujuk dan dirayu, akhirnya NA berhasil dibawa.

“Mereka bertiga masih di bawah umur,” kata Nurul.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Ade Ahmad, mengatakan, selain mengamakan ketiga pemandu tersebut, polisi juga mengamankan dua orang laki-laki di tempat karoke tersebut.

“Satu orang diduga sebagai perantara pemandu lagu di bawah umur bernisial HI. Satu lagi merupakan pemakai jasa, yaitu Herudin (45),” kata Ade. (ade)