FERDIAN/RADARDEPOK TIDAK KARUAN: Ketua RT1/2 Kelurahan Cinere, Mursidi sedang menunjukan drainase yang dikerjakan tak niat dan molor, kemarin. Insert : Ketua LPM Cinere Zamroni Zonal memberitahu surat yang penolakan dari LPM.
yamaha-nmax
TIDAK KARUAN: Ketua RT1/2 Kelurahan Cinere, Mursidi sedang menunjukan drainase yang dikerjakan tak niat dan molor, kemarin. Insert : Ketua LPM Cinere Zamroni Zonal memberitahu surat yang penolakan dari LPM. FERDIAN/RADARDEPOK

CINERE – Kemarin, LPM Kelurahan Cinere  melayangkan surat penolakan pengerjaan drainase sepanjang lebih dari 200 meter di Jalan Persatuan RW3 dan 4, Kelurahan Cinere. Keladinya, hingga pekan keempat bulan Desember 2016, kontraktor pelaksana belum juga memulai pengerjaan senilai Rp 270 juta itu.

Ketua LPM Kelurahan Cinere, Zamroni Zonal menjelaskan, jika mengacu pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), seharusnya proyek drainase itu sudah dikerjakan pada akhir Oktober 2016. Tapi hingga memasuki pekan keempat Desember, pemborong belum juga memulai pekerjaan. Dan baru akan melaksanakan pekerjaan pada Rabu, 28 Desember 2016.

Menurutnya, ini sangat keterlaluan. Karena sangat tidak mungkin dalam waktu tiga hari pekerjaan pembuatan saluran air bisa terselesaikan. Nah, pada hari itu juga LPM akhirnya mengirimkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum yang intinya meminta, agar pengerjaan proyek ditunda pada tahun depan.

Tak hanya itu, kata Zonal pemborong juga ada indikasi ingin merubah tanggal pembuatan surat LPM ke Pekerjaan Umum menjadi tanggal 28 November 2016. “Kami mendapat laporan dari salah satu pengurus lingkungan, bahwa pihak pemborong minta, agar merubah tanggal dan salah satu butir pada surat yang kami kirim ke Dinas Pekerjaan Umum menjadi tanggal 28 November. Ini sangat kacau balau,” terang Zonal.

Selain proyek drainase di Jalan Persatuan, proyek serupa di Jalan Masjid RT1/2 yang juga digarap CV Toba Art selaku kontraktor yang mengerjakan, sampai saat ini molor. Padahal tenggat waktu pengerjaan sudah habis terhitung 9 Desember silam.

Menambahkan ucapan Zonal, Ketua RT1/2, Kelurahan Cinere, Mursidi menyatakan, molornya pengerjaan proyek drainase di Jalan Masjid RW2 Kelurahan Cinere, memicu kekesalan warga. Sebab, kegiatan pengerjaan proyek itu dirasakan sangat mengganggu kenyamanan transportasi bagi warga setempat. Harusnya, awal Desember proyek tersebut sudah selesai. Tapi sampai hari ini (30/12) belum juga kelar. Dan yang lebih ironis lagi kualitas pekerjaan terkesan asal-asalan. “Kami minta agar Pemkot atau dinas terkait dapat memberi sanksi kepada kontraktor yang mengerjakan proyek ini,” tandas Mursidi. (bry)