Febrina/Radar Depok BIASA SAJA : Aktivitas di salah satu bank di Kota Depok tidak begitu padat. Sejak dilaunching pada 19 Desember 2016, transaksi penukaran uang desain baru disejumlah bank Kota Depok masih sepi. Nasabah cenderung hanya menabung di teller.
yamaha-nmax

 

DEPOK – Penukaran uang desain baru yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 19 Desember lalu, ternyata tak begitu menarik perhatian masyarakat Kota Depok. Hingga Kamis (22/12), di sejumlah bank transaksi penukaran uang desain baru masih sepi.

Selain jumlahnya masih terbatas, nominal uang emisi baru di Kota Depok belum semuanya ada. Pantauan Radar Depok di Bank Mandiri Cabang Depok, stok awal penukaran yang diberikan kantor pusat hanya Rp 848 juta.

“Pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu belum tersedia, transaksi penukaran uang desain baru hanya satu sampai dua orang saja perhari. Jumlahnya juga masih terbatas,” ungkap Kepala Cabang Bank Mandiri Depok, Suparwoto.

Ia menyebutkan, di Mandiri baru tersedia pecahan baru Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Woto—biasa Suparwoto—disapa melanjutkan, pihaknya masih terus mengajukan agar di drop dari kantor pusat. Di sisi lain di pusat masih dijatah oleh Bank Indonesia (BI).

“Kalau di pusat sudah tersedia, barulah didistribusikan ke setiap kantor cabang, termasuk Mandiri Depok,” kata Woto kepada Radar Depok.

Meski belum banyak nominal yang disediakan, namun bila ada nasabah yang ingin menukarkan uang baru akan tetap dilayani, selama stok uang desain baru masih tersedia.

“Kami tetap akan menyiapkan permintaan nasabah, tetapi sesuai dengan apa yang diberikan pusat,” tutur Woto.

Terpisah, Kepala Cabang Bank Bukopin Depok, Elly Woeryandari mengatakan, di Bukopin Depok pihaknya telah menyiapkan semua nominal uang pecahan baru, tetapi jumlahnya masih terbatas. Elly mengimbau, bila nasabah ingin menukarkan uang lama dengan pecahan baru akan tetap dilayani, dengan catatan persediaan uang baru masih ada.

“Sampai hari ini (kemarin, Red), aktivitas nasabah yang menukarkan uang tidak terlalu padat. Nasabah mayoritas hanya menabung dan menarik uang di teller,” kata Elly kepada Radar Depok.

Elly meyakini, minimnya aktivitas nasabah yang menukarkan uang baru karena belum lama dilaunching. Tetapi, ia optimis hingga beberapa hari ke depan nasabah yang menukar uang akan banyak, dan pihaknya bakal optimal menyediakan uang pecahan desain baru. (ina)