yamaha-nmax

KOMPAK: Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar selepas menggelar pertemuan ringan dengan awak Pokja Wartawan Kota Depok di kawasan Cilodong, kemarin. JUNIOR/RADAR DEPOK

 

DEPOK Menjelang tutup tahun 2016. Kantor Imigrasi Kota Depok kebanjiran permohonan pembuatan paspor. Dalam dua minggu terakhir, setiap harinya, tercatat ada sekitar 400 permohonan. Padahal jika hari normal, jumlahnya paling hanya sekitar 150 pemohon.

Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar mengatakan meningkatkanya permohonan paspor kemungkinan dilandasi sejumlah faktor. Mayoritas masyarakat Depok ingin berlibur di luar negeri. Ada juga yang memanfaatkan libur akhir tahun untuk menunaikan ibadah umroh.

“Kebanyakan yang mengajukan paspor untuk berlibur. Tak jauh-jauh. Misalnya ke Malaysia atau Singapura,” ungkap Dudi kepada Radar Depok saat menggelar jamuan makan siang dengan Pokja Wartawan Depok, kemarin.

Dudi menjamin, meski terjadi peningkatan permohonan, namun pihaknya tetap selektif menyeleksi dengan ketat orang-orang yang berhak menerima paspor. Diantaranya, melalui seleksi wawancara.

“Dengan wawancara, kami bisa tahu tujuan seseorang membuat paspor. Jika dirasa ada kecurigaan, maka petugas kami berhak untuk menolak menerbitkan paspor yang dimohon,” tegasnya.

Lebih lanjut, sambung Dudi, kurun setahun ini, pihaknya menolak sampai ratusan permohonan paspor. Rinciannya, 829 penolakan berdasarkan sistem (komputer), lalu 110 penolakan lantaran tak lulus saat wawancara.

“Kalau penolakan secara sistem, biasa pemohon melakukan duplikasi. Contohnya, yang bersangkutan sudah pernah membuat paspor, namun membuat lagi untuk kedua kali. Ya pasti bentok dong dengan sistemnya. Karena sudah terintegrasi secara online,” bebernya.

Mengenai penolakan dengan wawancara, papar Dudi, kebanyakan disebabkan karena petugasnya merasa ragu-ragu dengan jawaban yang dilontarkan pemohon paspor.

“Tak lulus saat seleksi wawancara karena mayoritas tujuannya tak jelas. Jawaban si pemohon acapkali berubah-ubah,” jelasnya. (jun)