RICKY/RADAR DEPOK MEGAH: RTLH milik Sumirah, yang berada di RT01/07 Kelurahan Cilangkap, Tapos, sejak kemarin masih dalam tahap perbaikan.
yamaha-nmax

 

CILANGKAP  –  Lurah Cilangkap, Tapos, Suaibun, meminta pemilik rumah tidak layak huni (RLTH) yang rumahnya sudah diperbaiki dapat termotivasi untuk meningkatkan perekonomiannya menjadi semakin membaik pasca-mendapatkan bantuan.

“Setelah diperbaiki harus termotivasi lagi,” kata Suaibun kepada Radar Depok.

Selain itu, Suaibun ingin pemilik rumah juga dapat memaknai perbaikan dengan baik, yakni dengan menjaga dan terus melakukan perapihan untuk yang belum terakomodir melalui anggaran yang diberikan. “Bukannya setelah diperbaiki malah dijual,” tuturnya.

Dia menerangkan, untuk perbaikan RTLH di wilayahnya pada termin pertama sudah rampung 100 persen dan tinggal membuat surat pertanggungjawaban (SPJ). “Tahap kedua dalam tahap pencairan, proposal sudah disiapkan. Insya Allah Jumat sudah bisa cair dan sebelum tahun baru bisa selesai,” ujarnya.

Dia menambahkan, seluruh proses pengerjaan tidak ada kendala dan berjalan sesuai ketentuan.

“Sebagai rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Pemkot Depok, kami akan membuat seremoni kecil dengan serah terima kunci dan tasyakuran,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Seksi Pembangunan dan Perekonomian Kelurahan Cilangkap, Mimin Mintarsih, menambahkan, untuk tahap pertama melalui APBD murni sebanyak 41 RTLH masuk SK Walikota dan yang terserap sebanyak 29 unit.

“12 unit lainnya tidak tercover, karena sudah diperbaiki sendiri dan dijual pemiliknya. Tapi lebih banyak yang dijual,” tutur Mimin.

Sedangkan termin kedua melalui ABT, di SK Walikota ada 27 RTLH yang siap dicairkan anggaran perbaikannya. Tetapi, pihaknya hanya akan mengambil 19 RTLH yang dicairkan. “Sembilan belum bisa dicairkan, karena tidak ada verifikasi dari konsultan, sehingga belum ada gambar dan RAB-nya,” kata Mimin.

Dia mengungkapkan, kebanyakan penerima bantuan perbaikan RTLH dari Pemkot Depok berpenghasilan rendah, sehingga tidak mampu memperbaiki rumahnya sendiri.

“Di kami memang masih banyak, tapi kriteria atau kategori RTLH yang layak mendapatkan bantuan belum sinkron. Semoga di 2017 nanti secara bertahap dapat dibantu perbaikannya,” kata Mimin. (cky)