DICKY/RADARDEPOK PENGAMAN : Alat kontrasepsi saat ini mengalami penikatan penjualan menjelang pergantian tahun, kemarin.
yamaha-nmax
PENGAMAN : Alat kontrasepsi saat ini mengalami penikatan penjualan menjelang pergantian tahun, kemarin. DICKY/RADARDEPOK

DEPOK-Dipergantian tahun yang akan terjadi dua hari lagi jadi pestanya muda-mudi. Terbukti, jelang pergantian tahun penjualan alat kontrasepsi di sejumlah tempat jamu dan apotek mengalami peninkatan penjualan, kemarin. Kenaikan ini terjadi, keladinya tak mau melewatkan pesta pora dengan berhubungan intim.

Salah seorang penjual jamu di Jalan Raya Sawangan, Taufan Ismail membeberkan, pembelian alat kontrasepsi dikalangan remaja terjadi pada menjelang libur atau momen tertentu, seperti malam pergantian tahun dan hari valentine. Pada saat itu, akan banyak kalangan remaja yang membeli alat kontrasepsi dari berbagai jenis.

“Layaknya remaja, mereka membeli alat kontrasepsi dengan sedikit malu,” ucap Taufan kepada Radar Depok, kemarin.

Bukan hanya itu saja, sambung Taufan selain membeli alat kontrasepsi mereka kerap membeli jamu obat kuat, baik yang diseduh maupun berupa pil. Taufan menuturkan, penjualan alat kontrasepsi paling banyak terjadi saat tahun baru. Dia dapat menjual 12 pak dalam sehari, berbeda saat menjalang hari libur yang mampu menjual 7 pak alat kontrasepsi.

Salah seorang penjaga Apotek FK di Kecamatan Pancoranmas, Nasrul Ilham mengatakan, penjualan alat kontrasepsi dijual untuk umum namun ada batasan umur yang dapat dijual kepada pembeli. Umumnya, penjualan alat kontrasepsi diberikan kepada usia dewasa, hal itu guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Biasanya kami menjual untuk orang dewasa, namun memang tak sedikit usia remaja yang membeli alat kontrasepsi ditempat kami,” ujar Nasrul.

Nasrul menjelaskan, ada berbagai jenis alat kontrasepsi dijual di apotek disini. Umumnya, pembeli mencari jenis pengaman yang berkualitas baik, guna menghindari kemungkinan hamil dari pasangannya. Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan guna menghindari penyakit kelamin.

Ditempat berbeda, TM penjaga apotek diwilayah Kecamatan Sukmajaya mengungkapkan, umumnya usia remaja membeli alat kontrasepsi tidak di apotek. Kemungkinan hal itu dikarenakan rasa malu saat membeli. “Kemungkinan usia remaja akan merasa malu saat membeli di apotik, biasanya disini yang membeli pria dewasa,” terang TM.

TM menuturkan, uniknya penjualan alat kontrasepsi mengalami peningkatan pada Kamis malam. Mereka membeli guna menghindari kehamilan dari pasangan, kemungkinan pasangan mereka tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB) yang digulirkan pemerintah. “Lumayan ada peningkatan penjulan beberapa hari ini,” tegasnya. (dic)