yamaha-nmax

DEPOK – Diam-diam pengusaha di Kota Depok demen punya istri dua alias poligami. Pengadilan Agama mencatat selama lima tahun terakhir, umumnya setahun ada lima pengusaha yang mengajukan poligami.

Sekretaris Pengadilan Agama Kota Depok, Entoh Abdul Fatah menjelaskan, di Kota Depok pasangan yang mengajukan sidang poligami memang tidak banyak, setiap tahunnya maksimal lima pasangan.

“Data lima tahun terakhir hanya lima pasang setiap tahunnya yang mengajukan izin poligami, dan rata-rata dari kalangan pengusaha tidak pekerja ataupun PNS,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Entoh menambahkan, sebelum melakukan poligami pasangan memang harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari PA. Sehingga dapat dinyatakan legal dan memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Keputusan pengadilan itu yang paling penting,” tegasnya.

Sebab, menurut dia, ada beberapa unsur yang akan dinilai oleh hakim. Tidak hanya semata-mata jika sudah mendapatkan izin dari istri maka dianggap sudah bisa untuk melakukan poligami.

“Dari penilaian itu kalau sudah memenuhi unsur dan diizinkan maka poligami boleh dilakukan,” ucapnya.

Unsur tersebut antara lain, harus memiliki penghasilan lebih, dan harus adil kepada kedua istrinya kelak dan para anak yang harus dinafkahi. .

“Tinggal dilihat jika istri pertama dinafkahi 5 juta perbulan maka istri kedua pun juga harus mendapat nafkah yang setimpal, atau tergantung kebutuhan sang istri.” ungkapnya.

Namun, jika mengacu dari UU dan terdapat beberapa poin yang tidak sesuai maka pasangan tersebut tidak boleh berpoligami, meskipun sudah mendapat izin dari keluarga maupun kekayaan. Karena yang berhak menetukan boleh tidak berpoligami dari hakim melalui beberapa pertimbangan dan dikembalikan dari sudut pandangan hakim.

“Karena kaya saja tidak menjamin,  tidak jarang usulan poligami yang masuk ke pengadilan itu diizinkan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Chalik Mawardi mengatakan, perilaku berpoligami tercantum dalam Al-Quran surah an-nisa.

“Dalam surat tersebut dinyatakan, nikahilah wanita itu 2, 3, 4 tapi jika kamu takut tidak adil cukup satu saja,” ungkapnya.

Chalik menambahkan, poligami bukan perintah dan tidak dianjurkan, namun pilihan setiap orang.
Chalik bercerita tentang latar belakang poligami, karena zaman dahulu, para sahabat yang gugur saat sedang berperang banyak yang meninggalkan istrinya.

“Sehingga untuk menjaga keimanan para istri tersebut, nabi menganjurkan untuk menikahi para janda tersebut,” tutup Chalik.
Terpisah, Kepala KUA Cilodong, H. Habibi mengatakan, hingga kini belum ada pasangan poligami yang dinikahkan.

“Alhamdulillah hingga kini belum ada pasangan yang mengajukan poligami,” ujarnya.

Hal senada diucapkan KUA Tapos, Ahmad Fatoni. Dia mengatakan di daerah Tapos belum ada pasangan yang mengajukan sidang izin poligami. (ade)