Basuki T Purnama (Ahok)
yamaha-nmax

 

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan surat keputusan (SK) pemindahan lokasi sidang dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan). Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) masih akan menyelenggarakan sidang itu di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (27/12).

“Masih di (Jalan) Gajah Mada,” kata humas PN Jakut, Didik Wuryanto, Senin (26/12).

Didik mengatakan, agenda sidang  hari ini adalah putusan sela. Nantinya, apabila majelis hakim menolak eksepsi Ahok dan kuasa hukumnya, maka sidang tetap dilanjutkan dan majelis hakim akan menyampaikan lokasi sidang apakah pindah atau tidak.

“Ya kan masalahnya teknis itu kan putusan sela acaranya, kan kaitannya dengan itu. Kalau putusan sela itu eksepsi diterima kan berarti selesai sidangnya, tapi kalau ditolak kan dilanjutkan sidangnya, nah abis itu akan disampaikan ketua sidang ditunda kapan dan di mana itu disampaikan sekaligus,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur mengatakan, MA mengeluarkan penetapan atas usulan pemindahan lokasi sidang Ahok itu dengan alasan lokasi yang lebih luas dan segi pengamanan.

“Alasan pertama bisa menampung pengunjung yang lebih banyak, kemudian juga alasan untuk menjamin lancarnya persidangan dari gangguan kamtibmas,” kata Ridwan yang menyebut keputusan itu diteken Ketua MA Hatta Ali pada 22 Desember 2016.

Sidang Ahok sebelumnya digelar di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Harmoni, Jakarta Pusat. Dalam dua kali acara persidangan, pengunjung membludak dan memenuhi jalan raya sehingga membuat pihak-pihak terkait mempertimbangkan pemindahan lokasi.

Senada, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Suyono mengungkapkan lokasi sidang perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama pada Selasa (27/12), belum berubah.

“Sidang dugaan kasus penistaan agama yang ketiga masih digelar di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat dengan agenda putusan sela,” tegas Argo, kemarin.

Argo menjelaskan, hal tersebut merupakan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara selaku penanggung jawab sidang perkara Ahok. “Alasannya kenapa masih di situ, Pengadilan (Negeri Jakarta Utara) yang lebih tahu,” tambah dia.

Argo hanya memastikan bahwa pihaknya siap mengeksekusi keputusan tersebut. Polisi pun akan mengamankan jalannya persidangan untuk yang ketiga kalinya tersebut. “Di mana pun tempatnya, kami akan selalu mengamankannya demi kenyamanan semua unsur pengadilan,” tambahnya.

Di samping itu, mengenai surat keputusan pemindahan lokasi sidang Ahok dari Mahkamah Agung, berlaku setelah keputusan sela.

“Surat yang dari MA itu ternyata untuk sidang yang keempat, Selasa 3 Januari nanti. Sidang keempat itu baru pindah di Auditorium (Kementrian Pertanian),” pungkas Argo. (Fjr/dtc/jpnn)