RETNO/RADARDEPOK TANGKAP: Pelaku penjambretan dengan sajam saat diamankan oleh Polsek Beji pada Kamis, (22/12).
yamaha-nmax

BEJIM. Dendi Paturahman (20) babak belur dihakimi masa, lantaran aksinya menjambret Khasanaggira Sugiyanto Putri (15) di Jalan M. Yasin depan toko onderdil sepeda motor Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, pukul 04:30 WIB, Kamis (22/12). Dendi adalah spesialis jambret yang kerap berkeliaran di kawasan Kecamatan Beji.

Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Nirwan Pohan mengatakan, dalam pengamanan Dendi, disita juga sebuah senjata tajam jenis samurai dan sepeda motor Honda Scoopy warna putih dengan nopol B 3962 SOA. Berdasarkan pengakuan pelaku, samurai tersebut milik temannya.

“Atas tindak pidana perampasan atau penjambretan dan didapati membawa samurai tanpa izin, pelaku dikenai Pasal 368 KUHP dan UU Drt No.12 tahun 1951, dengan hukuman penjara maksimal sembilan tahun,” ucapnya kepada Radar Depok.

Berdasarkan keterangan dari Nirwan, saat kejadian Khasanaggira Sugiyanto Putri sedang diboncengi Toyibi (33) yang merupakan ojek online. Dalam perjalanan, tiba-tiba tas korban dirampas dari arah belakang hingga terputus tali tasnya.

“Pelaku diketahui dari arah Kelapa Dua, Cimanggis dan menjabret korban di toko onderdil sepeda motor. Lalu, dikejar korban hingga akhirnya saat di depan kampus BSI pelaku jatuh menabrak trotoar, karena motornya ditendang ojek online. Kemudian, pelaku dihakimi warga,” paparnya.

Kebetulan, saat itu, anggota buser yang sedang patroli,  dan mengamankan tersangka ke Polsek Beji, dan dibawa lagi ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan penanganan itensif di kepalanya. (ret)