yamaha-nmax

 

Syafrudin Abto

Ketua SSB Metro Kukusan

 

 

DEPOK – Syafrudin Abto, nama tersebut sudah tidak asing lagi untuk dunia sepak bola di Kota Depok. Dia adalah mantan pemain sepak bola yang sekarang menjadi Ketua SSB Metro Kukusan, sekaligus Ketua Yayasan Metro Kukusan Depok. Berkat kecintannya terhadap dunia sepak bola, pada malam penganugerahan KONI Award 2016, dia dinobatkan sebagai Tokoh Masyarakat Olahrga.

Syafrudin merupakan pemain sepak bola dan pernah bergabung dengan tim Persija Junior pada tahun 1982 – 1985, dan berkat keuletannya dalam berlatih, dirinya terpilih menjadi tim Persija Senior pada tahun 1987 – 1997.

Dirinya mengatakan, dalam perjuangan meraih mimpinya menjadi pemain bola profesional, penuh dengan rintangan. Tetapi, berkat kerja kerasnya dalam berlatih dan dukungan dari kedua orang tuanya, dirinya bergabung dengan tim yang di juluki Macan Kemayoran tersebut.

“Dari dulu saya memang cinta dengan dunia sepak bola. Bahkan, semua kejuaraan yang diadakan di Kota Depok maupun di kota lain, saya berusaha menjadi pemain terbaik, banyak perjuangan untuk sepak bola zaman dahulu, ketimbang sekarang ini,“ ujarnya.

Lebih lanjut Syafrudin menjelaskan, setelah dirinya merasa cukup untuk menjadi seorang pemain, pada tahun 1999 dirinya menderikan ASSBD ( Asosiasi Sekolah Sepak Bola Sepok) dengan jumlah tim yang bergabung sebanayak 32 SSB se-Kota Depok, yang anggotanya dari usia 8 – 16 tahun. Jadi, ASSBD tersebut, sebagai wadah untuk anak-anak bermain dan berlatih sepak bola, karena antusiasnya sangat tinggi untuk kalangan anak-anak.

“Sejak saya tidak aktif lagi menjadi pemain, ASSBD inilah alat perjuangan dan idealisme saya untuk memperjuanagan sepak bola di Kota Depok, khususnya usia muda yang harus di bina secara baik agar menjadi pemain yang professional,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, penghargaan KONI Award 2016 yang di dapatkannya, dirinya tidak mengetahuinya dengan pasti. Karena, sampai sekarang ini piala ataupun piagamnya belum sampai ke tangannya. Karena pada saat malam penyelenggaraan, tidak ada undangan yang sampai ke pihaknya.

“Sampai sekarang kalau memang benar saya dapat penghargaan, saya sangat bersyukur berarti kerja keras saya selama ini, diberikan apresiasi. Tapi, karena belum adanya konfirmasi dari pihak KONI ke saya, jadi masih fiktif,“ tambahnya. (dia)