TINDAKTEGAS : Tim Terpadu Kota Depok, saat menertibkan salah satu menara microcell di Jalan Juanda yang berdiri diatas pendestrian dan tidak memiliki izin, kemarin.
yamaha-nmax

DEPOK – Tim terpadu mulai gerak  dengan menara microcell yang ilegal. Kemarin malam, tim yang terdiri dari  Satpol PP, Distarkim, dan Diskominfo Kota Depok membabat rata tiga menara dari 22 menara yang ilegal. Ketiga menara tak berizin tersebut berada di pendestrian Jalan Raya Juanda dan Jalan Raya Margonda.

Ketua Harian Tim Terpadu Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin mengatakan, Pemerintah Kota Depok akan secara tegas menertibkan segala bentuk pelanggaran yang menyalahi aturan, baik itu Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Walikota (Perwa) Depok.

“Kami telah menertibkan tiga menara microcell yang berdiri tanpa memiliki izin dan menyalahi aturan,” ujar Dudi kepada Radar Depok, kemarin.

Dudi menjelaskan, tiga menara microcell yang menyalahi aturan dan tidak berizin, diantaranya dua berada di Jalan Raya Juanda dan satu berada di Jalan Raya Margonda. Ketiga menara microcell telah menyalahi Perda No13 Tahun 2013 tentang bangunan dan izin mendirikan bangunan, Perda No16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum, dan Perda No15 Tahun 2015 tentang pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi.

Pria yang pernah menjabat sebagai Asisten Tata Praja ini mengungkapkan, Pemkot Depok melalui Tim Terpadu akan terus menegakan Perda dan Perwa. Sehingga pembangunan Kota Depok menjadi tertib dan penataan Kota Depok menjadi lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), Wijayanto menuturkan, ketiga menera microcell sudah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Karena tidak mengindahkan surat peringatan tersebut, pihaknya merekomendasikan guna ditertibkan. Menurutnya, ada 22 menara microcell yang dibangun menyalahi aturan dan melanggar Perda Kota Depok.

“Sebelumnya kami sudah berikan surat peringatan hingga penyegelan. Karena tidak diindahkan, kami melaksanakan penertiban guna menegakan Perda Kota Depok,” ucap Wijayanto. (dic)