yamaha-nmax

DIMULAI: Walikota Depok, M. Idris (jongkok), meletakan batu pertama rehab RTLH milik Tadjal Arifin, warga RT05/13 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, kemarin. RAMA/RADAR DEPOK

BADIJAYA – Walikota Depok, Mohammad Idris, kemarin didapuk meletakan batu pertama tanda dimulainya rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya.

Melihat kondisi RTLH milik Tadjal Arifin, warga RT05/13, Idris terlihat kaget.

Ia kemudian bertanya kepada LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni P. Sarumaha.

“Pak LPM, apakah masih ada rumah seperti Pak Tadjal di Abadijaya,? tanya Idris.

Kondisi RTLH milik Tadjal memang sangat tidak layak menjadi tempat tinggal. 80 persen bangunan rumah mengalami kerusakan. “Kalau masih ada (RTLH seperti Tadjal) coba LPM usulkan lagi,” kata Idris.

Mendengar pertanyaan orang nomor satu di Pemkot Depok itu, Ketua LPM Abadijaya Antoni Sarumaha memastikan masih ada RTLH di wilayah Abadijaya yang membutuhkan bantuan dana dari pemerintah kota.

“Masih ada Pak Wali (Walikota, red). Tahun-tahun berikutnya akan kita usulkan lagi. Mudah-mudahan permasalahan RTLH bisa teratasi,” jawab Antoni.

Usai acara peletakan batu pertama pembangunan RTLH, Idris kemudian melihat kondisi lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di RW13. Ia kembali meminta kepada LPM supaya mengusulkan lahan tersebut dapat dijadikan taman bermain dan olahraga.

“Pak Wali datang memang atas undangan kami. Yang disponsori Pak Dadang Wihana (Kepala Kesbangpol),” kata Antoni.

Agenda Walikota ini dihadiri Camat Sukmajaya, Lurah Abadijaya, Sekkel Abadijaya, RT, RW dan warga. (ram)