yamaha-nmax

DEPOK – Melihat potensi hujan diserta angin kecang yang tak menentu di  medio ini. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, memangkas sekitar 30 pohon yang dianggap berpotensi berbahaya. Pohon yang dipangkas umumnya berada di Jalan Raya Juanda, Tanah Baru, Jalan Raya Bogor, dan beberapa jalan lainnya.

Kepala DKP Kota Depok, Ety Suryahati mengatakan, pemangkasan pohon merupakan upaya pencegahan terjadinya bencana apabila pohon tersebut tumbang. Menurutnya, saat ini angin kencang tengah melanda di wilayah Depok. Selain itu, ada beberapa permintaan masyarakat kepada DKP guna memangkas pohon di Jalan Raya yang dianggap berbahaya.

“Satu tahun ini, sudah ada 30 pohon yang dipangkas, seperti Jalan Raya Bogor dan Tanah Baru,” ujar Ety kepada Radar Depok, kemarin.

“Kami bersama masyarakat melakukan monitor terhadap pohon yang dianggap berbahaya apabila terkena angin kencang, sehingga dilakukan pemangkasan,” ujar Ety kepada Radar Depok, kemarin.

Perempuan yang kerap disapa Rismanya Depok mengungkapkan, masyarakat membantu DKP menjadi motor dalam memonitoring pohon yang dianggap rawan. Dia tidak memungkiri, akibat angin kencang yang melanda ada beberapa pohon yang tumbang hingga tercabut akarnya. Padahal, secara perhitungannya pohon tersebut masih kuat tumbuh hingga puluhan tahun.

Ety menjelaskan, dari data sementara yang dimiliki ada puluhan pohon yang dianggap  sudah berusia tua dan berpotensi bahaya. Umumnya, pohon tersebut tumbuh di sekitar Jalan Raya Juanda, Jalan Tanah Baru, Jalan Raya Bogor, dan beberapa jalan lainnya. DKP telah memangkas pohon tua yang berada disekitar jalan, sehingga meminimalisir terjadinya pohon yang roboh terkena angin kencang.

“Kami akan berupaya maksimal dalam menangani pohon berpotensi berbahaya terutama di sekitar Jalan Raya,” terang Ety.

Ety menuturkan, DKP telah memiliki tim guna memonitoring pohon berpotensi rawan bahaya. Selain itu, DKP Kota Depok telah bekerja sama dengan BLH, Binamarga, dan sejumlah aktifis ikut membantu menangani pohon rawan bencana. Hal itu terlihat, dari penanganan empat pohon tumbang yang belum lama ini terjadi, sehingga menimbulkan rekasi cepat dan tanggap.

“Kami akan terus memonitor pohon dan meminta bantuan masyarakat untuk segera memberikan laporan apabila ada pohon rawan bahaya,” ucap Ety.

Ketua LPM Rangkapanjaya Baru, Zainal Fatah menuturkan, DKP Kota Depok harus dapat memprediksi pohon tumbang akibat tekanan angin kencang. Jangan sampai, akibat usia pohon yang sudah tua berada di pinggir jalan dan tidak mampu menahan tekanan angin, membahayakan pengendara maupun masyarakat yang melintas di dekat pohon tersebut.

“Jangan sampai akibat pohon tumbang membahayakan jiwa pengendara yang melintas di jalan,” tukas pria yang disapa Jejen. (dic)