yamaha-nmax

Kota Depok yang berdampingan dengan ibu kota DKI Jakarta, menjadi lokasi favorit ‘pembuangan’ orang. Mereka dibuang dengan berbagai alasan dan masalah yang dihadapi. Seperti himpitan ekonomi dan gangguan jiwa. Mirisnya, mayoritas dari mereka telah lanjut usia (lansia).

Catatan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), kini Disnaker Kota Depok, sepanjang tahun 2016 telah terjadi 200 kasus pembuangan orang dengan kategori anak-anak, gangguan jiwa, dan lansia. Kepala Disnaker, Diah Sadiah menegaskan bahwa dari jumlah itu hampir seluruhnya bukan warga Depok.

“Ada lansia juga yang dibuang keluarganya, kasusnya cukup banyak,” kata Diah kepada Radar Depok, beberapa waktu lalu.

Diah menilai, banyak hal yang memengaruhi kasus pembuangan orang di Depok, salah satunya faktor ekonomi. Mayoritas lansia yang dibuang ini sudah pelupa alias pikun. Namun, lanjut Diah, lansia yang sampai ke Kota Depok dan kemudian terlantar akan masuk ke beberapa rumah singgah dan  ditangani Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Kebetulan saat ini sudah ada TKSK di sebelas kecamatan, mereka sudah dilatih untuk menangani kasus semacam ini,” jelas Diah.

Ditanyai mengenai jumlah panti jompo yang dibina oleh pihaknya, Diah mengaku saat ini tidak ada panti khusus jompo yang dibina Pemkot Depok. Tetapi terdapat 36 panti yang secara umum dapat menampung anak atau lansia di bawah naungan Pemkot Depok.

”Lebih dari seratus panti ada di Depok, tapi hanya 36 panti menjadi binaan kami,” terang Diah.

Untuk menjamin kesejahteraan lansia di Kota Depok menurutnya, terdapat Perda Ramah Lansia yang saat ini masih dalam pembahasan di Program Legislasi Daerah (Prolegda). “Perda ini nantinya akan menjamin kehidupan Lansia di Kota Depok,” tukas Diah.

Terpisah, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, Perda Ramah lansia saat ini tengah digodok. Selain itu, Depok juga akan memiliki Komisi Daerah lanjut Usia (Komda Lansia).

“Dalam rangka meningkatkan eksistensi Lansia, maka dibentuk Komda Lansia yang memfasilitasi seluruh program dan kegiatan terkait upaya kesejahteraan Lansia,” ucap Pradi kepada Radar Depok.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah mengatakan, walau pun akan menuju kota Ramah Lansia saat ini Pemkot Depok belum mengelola tempat mengasuh dan merawat lansia.

“Setahu saya Kota Depok belum memiliki panti jompo, mungkin panti jompo swasta sudah banyak,” kata Lahmudin kepada Radar Depok.

Lahmudin berharap, pemkot bisa memperhatikan lansia dengan pos anggaran dari APBD yang masuk dalam katagori miskin. “Selama ini saya tidak tahu dan hapal berapa split anggaran untuk lansia, kebetulan saya tidak di Badan Anggaran,” kata Lahmudin.

Namun, menurutnya di 2017 pemkot akan membahas Rancangan Peraturan (Raperda) Ramah Lansia. “Saya kira, nantinya Raperda Ramah Lansia bentuknya bukan panti. Tapi bila bentuk panti asuhan saya setuju,” jelas Politisi PAN itu.

Senada, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Hafid Nasir membenarkan, Pemkot Depok akan membahas Raperda Ramah Lansia di 2017 ini. “Tahun ini Insya Allah ada pembahasan Raperda dari eksekutif, yaitu Kota Ramah Lansia. Sudah masuk Prolegda 2017 dan sistem Kesehatan Daerah (KD),” jelas Hafid Nasir.

Adanya Raperda itu, kata Ketua DPD PKS Kota Depok itu diharapkan, bisa terjalin komunikasi antara Kementrian Pusat terkait kesehatan lansia dan ketahanan keluarga.

“Adanya perda itu, untuk mencapai Depok menuju Kota Ramah Lansia. Tujuan lainnya, agar lansia tetap produktif dan berguna bagi kelurga serta masyarakat,” pungkasnya. (bry/irw)

Tentang Kasus Pembuangan Orang

  1. Ada 200 Kasus (di 2016)

Kategori: Anak-anak, Gangguan Jiwa, Lansia

  1. Mayoritas lanjut usia
  2. Bukan warga Kota Depok

Alasan Dibuang:

  1. Himpitan Ekonomi
  2. Gangguan Jiwa
  3. Pelupa / Pikun

Penanganan Lansia:

  1. Ditangani rumah singgah
  2. Melatih 11 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan
  3. Dirancang Perda Ramah Lansia
  4. Dibentuk Komisi Daerah Lanjut Usia
  5. Di 2017 Depok akan punya Perda Ramah Lansia

Jumlah Panti Jompo:

  1. Ada 100 lebih panti
  2. Sekitar 36 panti dibina Pemkot Depok