DICKY/RADARDEPOK PELAYANAN : Petugas Imigrasi Kota Depok, tengah melaksanakan biometrik kepada salah seorang pemohon pasport di kantor Imigrasi Kota Depok, kemarin.
PELAYANAN : Petugas Imigrasi Kota Depok, tengah melaksanakan biometrik kepada salah seorang pemohon pasport di kantor Imigrasi Kota Depok, kemarin. Foto : Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM–Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok di Jalan Boulevard Raya Komplek Perkantoran Pemda Depok Grand Depok City, mencatat di 2016 sedikitnya 49.727 pemohon membuat pasport. Guna meningkatkan pelayanan di 2017, pemohon sudah dapat mendaftar melalui online.

Kepala kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan, kantor imigrasi terus berusaha memberikan kemudahan pelayanan, kepada masarakat yang ingin mengajukan permohonan pasport.

Saat ini, masyarakat pemohon pasport dapat mendaftar baik secara langsung mendatangi kantor imigrasi maupun secara online.

“Pada 2016, kami telah menyelesaikan pembuatan pasport sebanyak 49.727,” ujar Dadan kepada Radar Depok, kemarin.

Dadan menjelaskan, hal itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Yaitu pada 2014 sebanyak 53.696 pasport, dan 2015 sebanyak 41.178 pasport. Dadan membeberkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat dalam pembuatan pasport. Diantaranya, akte kelahiran, kartu tanda penduduk, kartu keluarga, ijazah terakhir, dan buku nikah.

Dadan mengungkapkan, ada sejumlah mekanisme yang harus dijalani bagi pemohon pembuatan pasport melalui kantor imigrasi. Seperti, mempersiapkan dokumen, mengisi formulir pendaftaran permohonan, pengambilan data biometrik pemohon, memenuhi kewajiban pembayaran melalui bank, dan menunggu penerbitan pasport.

Sementara itu, masyarakat yang mendaftar melalui online mekanismenya tidak jauh berbeda, namun saat mereka akan melaksanakan perekaman biometrik harus terlebih menentukan kedatangannya ke kantor imigrasi terlebih dahulu.

“Rencananya kami akan memisahkan dalam antrian yang sudah melaksanakan pendaftaran online dan yang datang langsung ke kantor, guna menghindari antrian yang panjang,” terang Dadan.

Sementara itu, Kasubsi Lantaskim, Fajar Wibawa menuturkan, kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok belum dapat melaksanakan pembuatan elektronik pasport. Memang ada beberapa keuntungan elentronik pasport, salah satunya mencegah dalam pemalsuan dokumen pasport pemilik.

“Hanya Kantor Imigrasi wilayah DKI Jakarta, Batam, dan Surabaya yang baru dapat melasanakan elektronik pasport,” ucap Fajar.

Fajar meminta, demi memudahkan masyarakat dalam membuat pasport. Pemohon terlebih dahulu melengkapi dokumen asli dan fotocopy, validasi berkas, dan menghindari kerusakan berkas. Hal itu, guna memudahkan pemohonan pasport guna tidak ada kesalahan dalam data diri.

“Apabila tidak ada kendala, pelayanan kerja pembuatan pasport maksimal tiga hari kerja,” ujar Fajar. (dic)