Foto: RAMA/RADAR DEPOK SAMBUTAN: Ketua LPM Kelurahan Tirtajaya, Iriansyah, menyampaikan kegiatan yang telah terealisasi 2016, dalam Musrenbang di aula kelurahan, kemarin.
yamaha-nmax

 

SAMBUTAN: Ketua LPM Kelurahan Tirtajaya, Iriansyah, menyampaikan kegiatan yang telah terealisasi 2016, dalam Musrenbang di aula kelurahan, kemarin. Foto: Rama/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kurun 2016, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, menyerap anggaran yang nilainya mencapai Rp5,6 miliar. Anggaran tersebut untuk pelaksanaan 26 titik dari berbagai kegiatan pembangunan.

Ketua LPM Kelurahan Tirtajaya, Iriansyah, menjelaskan, anggaran yang terserap untuk mulai dari pembangunan fisik jalan lingkungan, saluran air, rehab rumah tidak layak huni (RTLH).

“Ini yang bisa kami laporkan untuk realisasi serapan anggaran di Tirtajaya. Tentunya berkat dukungan dari pak RT, pak RW, dan warga yang telah membantu LPM dalam bekerja,” ujar Iriansyah, dalam sambutan kegiatan Musrenbang yang dihelat di aula kelurahan, kemarin.

Sedangkan Musrenbang 2017 untuk realisasi 2018. Sebelum usulan yang sudah diberikan dari 10 RW dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan, Iriansyah meminta kepada ketua RW mengutamakan usulan yang menjadi prioritas.

“Sebelum Musrenbang tingkat kelurahan, kan ada pra Musrenbang tingkat RW. Tinggal disepakati mana-mana saja yang jadi prioritas sebelum kami bawa ke kecamatan. Supaya kami tahu mana yang harus diutamakan lebih dulu,” katanya.

Untuk pagu anggaran setiap kelurahan, Pemkot Depok mengalokasikan Rp2 miliar. Anggaran tersebut harus dimaksimalkan seluruh bidang, bukan hanya infrastruktur.

“Silakan usulkan kalau ada bidang ekonomi, sosial dan budaya. Kami tampung semuanya. Tetap akan kita sampai tingkat OPD (Organisansi Perangkat Daerah),” kata Iriansyah.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili, mengingatkan kepada RW dan RT agar aktif ikut mengawal usulan.

“Mulai tahun ini anggaran untuk aspirasi setiap anggota dewan naik jadi Rp2 miliar. Dari yang sebelumnya Rp1,5 miliar. Kalau di Tirtajaya yang RW-nya hanya 10, dana Rp4 miliar (anggaran kelurahan Rp2 miliar dan aspirasi dewan) bisa dibagi-bagi ke setiap RW. Coba kalau di kelurahan yang RW-nya banyak, gimana baginya. Makanya perlu supaya pak RW aktif bertanya kepada LPM,” kata Juanah.

Bersama LPM dan warga, Juanah siap mengawal dan merealisasikan usulan yang menjadi prioritas. “Kalau misalnya dalam Musrenbang usulan nggak tercover, silakan sampaikan ke saya, atau anggota dewan yang lain. Nanti akan kami upayakan bisa melalui program aspirasi,” tandas Juanah.

Musrenbang ini dihadiri anggota DPRD Depok, Endah Winarti, Agustina Simanjuntak dan Supariyono, Lurah Tirtajaya, Ayi Mukarom, ketua RW, RT, pengurus LPM, kader PKK, tokoh masyarakat serta karang taruna. (ram)