yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Satgas Waspada Investasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai kepo, terkait pengembalian dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG) atau Pandawa Group yang dijanjikan, Salman Nuryanto. Kabarnya kemarin, OJK dan Satgas sudah melayangkan surat pemanggilan dan akan menggelar rapat Kamis (26/1).

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menyatakan, pemanggilan tersebut ingin mengetahui perkembangan pengembalian dana yang dilakukan KSP PMG dan Nuryanto. Hal ini merujuk surat perjanjian yang sudah ditandatanginanya 28 November 2016 lalu di gedung OJK.

“Ya mudah-mudahan pak Nuryanto dan teman-temannya hadir 26 Januri sekitar pukul 14:00 WIB. Pemanggilan ini juga tentatif dikhawatirkan ada kegiatan mendadak. Yang pasti kami pasti panggil,” tegas pria yang juga menjabat Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Terpisah, Waka Polresta Depok, AKBP Candra Kumara mengungkapkan, selain masyarakat umum, banyak polisi yang menjadi nasabah investasi “abal-abal” Pandawa Group. “Kami sudah panggil Kapolsek agar mendata anggota mereka yang ikut menjadi nasabah Pandawa,” kata Candra.

Polresta Depok juga, kata dia telah membuat rapat khusus untuk menangani banyaknya korban investasi bodong tersebut. Apalagi sudah ada korban yang laporan ke Polresta Depok. ”Kalau polisi yang menjadi anggota Pandawa Group akan kami lihat melanggar disiplin dan kode etik atau tidak. Sekarang sedang mendata anggota yang ikut menanam modal di sana,” ujar Candra.

Selain itu, Polresta Depok bersama Pemerintah Kota akan membentuk posko crisis center untuk menerima laporan korban investasi Pandawa Group. “Kemarin sudah ada delapan orang yang laporan. Tapi baru satu orang yang resmi kami buatkan LP,” ucapnya.

Candra mengungkapkan, dari delapan orang yang memberikan laporan ke polisi, mereka dirugikan lebih dari Rp 5 miliar.  Menurut dia, cukup satu orang yang berkas laporannya diselidiki di Polresta Depok. Selanjutnya, penanganan korban lain akan diarahkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sebabnya, masalah ini akan ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya.

Adapun dalam masalah ini, bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, diduga melakukan penipuan, yang bisa dijerat dengan Pasal 378 dan 379 A KUHP. Selain itu, Polda Metro Jaya akan menyelidiki kasus investasi bodong Pandawa Group, dengan mengacu pada Undang-Undang Perbankan dan Koperasi. ”Depok sebatas membantu penyelidikan,” tuturnya.

Untuk itu, polisi akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk membentuk posko crisis center untuk warga yang mau laporan kerugian atas investasi abal-abal itu.

“Poskocrisis center dibuat seperti kasus Dimas Kanjeng, yang korbannya juga cukup banyak,” tutupnya.(ade/dic)