Ilustrasi
yamaha-nmax
Ilustrasi

DEPOK–Tahun baru, tarif listrik juga baru. Bagi 322.584 pelanggan PLN Kota Depok, khususnya daya 900 volt ampere (VA) mesti lebih irit lagi dalam penggunaanya. Sejak awal Januari-Mei 2017 pemerintah pusat mulai menerapkan kenaikan. Angka kenaikannya lumayan, Rp1.352 per kwh. Tak ayal, bagi pelanggan hal ini sangat disayangkan, karena tak seimbang dengan pelayanan.

Warga Kecamatan Sukmajaya, Ekasanti mengaku, sangat kaget mendengar kabar naiknya tarif listrik. Perekonomian semakin sulit ditambah pula dengan kabar yang membuat semakin kacau. Pasalnya tarif listrik setiap waktu naik. Akan tetapi pelayanannya tidak juga memuaskan.

Menurutnya, terkadang listrik suka padam tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika mengadu hanya diinformasikan bahwa ada perbaikan. Selalu seperti itu, dan tidak memberikan solusi bagi pelanggan.

“Meski bertahap, bulan ini naik hampir Rp200 per kwh, namun untuk periode kedua dan ketiga akan semakin terasa, seharusnya ada kebijakan yang tidak merugikan masyarakat luas,” tegas perempuan berusia 32 tahun itu kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Terpisah, warga Kecamatan Cilodong, Iim Asima (40) sangat menyayangkan dengan adanya kenaikan tarif listrik ini. Apalagi, kenaikan akan terus berlangsung sampai pertengahan tahun nanti. Naiknya bertahap tapi lumayan juga per kwh kalau dihitung-hitung.

Yang pertama bisa naik sekitar Rp200 per kwh, lalu naik lagi menjadi Rp400 per kwh, dan yang paling tinggi naik Rp700 per kwh. Disini pengguna listrik 900 VA yang non subsidi yang dikenakan kenaikan. Darimana penilaian subsidi dan non subsidi. “Apakah keterbukaan itu sudah maksimal, jangan sampai salah sasaran,” kata Iim.

Sementara,  Humas PLN Kota Depok, Setyo Budiono menyatakan, kenaikan listrik Januari-Februari 2017 Rp790 per kwh, sedangkan kenaikan Maret-April Rp1.090 dan Mei naik Rp1.352 per kwh. Mulai 1 Januari 2017, PT PLN (Persero) menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA yang dinilai tidak layak menikmati subsidi.

Yang dicabut subsidinya hanya daya 900 VA tarif rumah tangga saja. Untuk daya 900 VA tarif lainnya seperti sosial, bisnis dan industri masih tetap. “Kenaikan tarif listrik hanya pengguna daya 900 VA rumah tangga yang dianggap mampu,” ujarnya.

Budi mengatakan, Kenaikan tarif dilakukan bertahap, mulai 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017. Terhitung mulai 1 Juli 2017, tarif 900 VA akan disesuaikan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami penyesuaian tiap bulan (tarif adjustment/nonsubsidi).

Pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau nonsubsidi secara bertahap.

“Secara bertahap tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengalami kenaikan dari Rp605 menjadi Rp791 per 1 Januari 2017, Rp1.090 mulai 1 Maret 2017, dan Rp1.352/kWh per 1 Mei 2017,” jelasnya.(ina)