Oleh:

K. H. A. Mahfudz Anwar

Departemen Agama (Depag RI) yang kini menjadi Kementerian Agama telah berusia 70 tahun. Banyak harapan dan permintaan dari masyarakat agar Depag menjadi alat pemersatu bangsa.

Terutama katalisator antar umat beragama. Sehingga Depag diharapkan dapat mencairkan komunikasi antar umat beragama agar tidak beku, kaku dan tegang. Tapi sebaliknya agar menjadi cair dan fleksible dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Beberapa kasus ketegangan antar pemeluk agama di beberapa daerah, Depag sangat diharapkan kehadirannya menjadi penjaga gawang dalam prefentif dan kuratif.

Mencegah jangan sampai terjadi gesekan-gesekan yang berakibat bentrok fisik dan saling serang. Kuratif agar Depag mampu meredam konflik dengan mengedepankan persatuan dan perdamaian.

Dalam kurun waktu yang sangat panjang dalam sejarah Depag terhitung banyak kasus yang bisa terselesaikan dengan baik. Bahkan tidak sedikit kelompok-kelompok agama yang disatukan dalam wadah Departemen Agama.

Sekalipun pada awal sejarahnya Mr.Muhammad Yamin mengusulkan Kementerian Agama yang khusus menyangkut urusan agama Islam, namun dalam perkembangannya Depag menjadi pengayom semua agana yang ada di Indonesia yang sekarang meliputi 6 (enam) agama, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Dan inilah yang mendekati realitas kehidupan masyarakat Indonesia. Dan peristiwa penting itu terjadi pada tanggal 3 Januari 1946 dengan Resmi Presiden Ir. Soekarno (atas usulan para Tokoh Naional) menetapkan Kementerian Agama dibentuk dengan sah dengan Nomor : 1/S.D. tahun 1946.

Pada saat itu H. Mohammad Rasjidi diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai menteri Agama Pertama kali yang membidangi urusan agama secara khusus. Dan fungsi itu lebih ditekankan pada bimbingan umat beragama agar dapat menjalankan ajarann agamanya dengan baik dan benar.

Sehingga kegiatan keagamaan menjadi daya dukung yang penting dalam Pembangunan Bangsa dan Negara RI. Dan silih berganti Menteri Agama dijabat oleh antara lain : K.H.Wahid Hasyim, K.H.Moh.Dahlan, K.H.Wahib Wahab, Dr. H. Malik Fajar, Prof.Dr.Quresy Syihab, Prof. Maftuh Basyuni, dan sekarang  Luqman Hakim Syaifuddin.

Fungsi Bimbingan

Depag selama ini sangat intens melakukan bimbingan kepada umat beragama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Baik melalui bimbingan teknis, managerial, maupun spiritual. Masing-masing bidang agama diangkat Penyuluh-Penyuluh Agama baik PNS maupun non PNS yang tugasnya memberikan penyuluhan pada forum-forum keagamaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dan khusus untuk di Kota Depok yang Kepala kementerian Agama dijabat oleh (Drs.H.Cholq Mawardi) indikator keberhasilannya, Depag mampu menjaga stabilitas kerukunan umat beragama baik secara internal maupun antar umat beragama. Sehingga kehidupan masyarakat di Kota Depok sangat kondusif untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Karena masyarakat Depok merupakan miniatur dari suku bangsa yang ada di wilayah Indonesia. Mulai dari Aceh, Jawa, Sunda, Bali, hingga Papua d/h Irian Jaya semuanya ada dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari tanpa gesekan sedikit pun.

Hal ini dilandasi oleh sikap toleransi yang tinggi dari masyarakat luas. Walaupun masih ada kekurangan di sana-sini, namun masih  ada pada batas toleransi. Terutama pada bidang pembinaan dan penumbuh kembang Pendidikan Keagamaan (khususnya Islam).

Hal ini masih menjadi PR bagi para Pejabat Kementerian Agama Kota Depok. Sedangkan Indeks Prestasi aparatur Depag tentunya menjadi catatan penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia yang berfungsi sebagai Pelayan Masyarakat dan abdi bangsa.

Dengan motto “Ikhlas Beramal” yang disandang oleh Kementerian Agama menjadi jangkar bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam menjalankan tugas melayani umat.

Seperti pembinaan masjid, mushalla, Pondok-pondok Pesantren dan kegiatan-kegiatan peribadatan lainnya seperti Ibadah Haji dan Umrah sangat memerlukan kehadiran Depag/Kementerian Agama.   Semoga cita dan asa Kementerian Agama di tahun 2017 ini akan tercapai lebih baik lagi. Happy milad Kementerian Agama. Semoga perjuanganmu sesuai harapan bangsa. (wallahu alam)