TUNJUKKAN: Salah satu Pemilik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Eni Nuraeni sedang menunjukkan kondisi rumahnya yang ada di Jalan Turi III, RT 01/06, Kelurahan Beji Timur. RETNO/RADARDEPOK
yamaha-nmax

 

TUNJUKKAN: Salah satu Pemilik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Eni Nuraeni sedang menunjukkan kondisi rumahnya yang ada di Jalan Turi III, RT 01/06, Kelurahan Beji Timur. Foto : RETNO/RADARDEPOK

BEJI – Sebanyak 75 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Beji sedang diperbaiki. Ketua Forum Komunikasi (FK) LPM Kecamatan Beji, Nano Sutrisna mengatakan, untuk pengerjaan tiap RTLH ditargetkan dikerjakan selama 12 hari kerja.

“Kalau melihat upah tukang, sekitar 12 hari kerja sudah selesai pembangunannya,” kata Nano Sutrisna kepada Radar Depok.

Meski begitu, sambungnya, melihat kondisi RTLH di lapangan, seperti ada yang rumah dengan kondisi parah, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali, dengan besaran bantuan dana RTLH sebesar Rp 18 juta dari Pemkot Depok.

“Bantuan dana RTLH Rp 18 juta rinciannya, Rp 15 juta untuk pembelian barang material dan Rp 3 juta untuk jasa tukang,” ucapnya.

Dia merinci, penyebaran 75 RTLH tersebut, yakni di Kelurahan Beji ada 11 RTLH, Kelurahan Beji Timur ada 14 RTLH, Kelurahan Kemiri Muka ada delapan RTLH, Kelurahan Pondok Cina ada 19 RTLH, Kelurahan Kukusan ada tujuh RTLH dan Kelurahan Tanah Baru ada 16 RTLH.

“Kendalanya adalah kondisi rumah yang parah, tetapi anggarannya tidak mencukupi. Meski begitu, untuk Kecamatan Beji, semoga warganya mau memberikan bantuan secara swadaya bagi pemilik RTLH yang sedang direhab,” tandasnya. (ret)