SAH : Acep Sepudin memperlihatkan SK kepengurusan DPD Partai Berkarya Kota Depok.
yamaha-nmax
SAH : Acep Sepudin memperlihatkan SK kepengurusan DPD Partai Berkarya Kota Depok. Foto: Irwan/Radar Depok

DEPOK – Dualisme DPD Partai Berkarya Kota Depok nampaknya akan memasuki klimaksnya. Acep Saepudin, ketua dari salah satu kubu, mengklaim dirinya sudah mendapat restu dari pusat untuk memimpin partai ini di Depok. Ini dibuktikan dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) per tanggal 5 Januari 20017.

Kondisi ini jelas cukup membuat bingung. Sebab sebelumnya, Agung Witjaksono, kubu berseberangan, juga mendapat SK serupa. Bahkan Agung sudah melapor ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok.

Acep mengatakan jika SK yang dimilikinya, karena persoalan (dualisme) yang selama ini terjadi, diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Baik ke DPW (provinsi), DPP, dan terhadap pihak Agung.

“Dengan kebersamaan itulah bisa terwujud dan terbit SK. Kami akan konsolidasi internal untuk mengenal seluruh pengurus baik latar belakang dan lainnya,” kata Acep kepada Radar Depok, kemarin.

Lebih lanjut, Acep meminta agar jangan sampai dalam pengurusan Partai Berkarya Kota Depok, tidak saling mengenal. Semua mesti saling kenal. “Kami juga akan ajukan pengurus di tingkat kecamatan ke DPW,” ucapnya.

Mantan kader PAN ini menuturkan, bila dirinya tak merasa menang (dari kubu Agung) karena sudah mengantongi SK. Meski begitu, dirinya bersyukur atas SK itu.

“Perasaan kami tentu bangga kalau semuanya bersatu. Karena tidak ada lagi bahasa kubu Agung maupun kubu Acep. Satu jiwa dan satu niat,” bebernya.

Ia menambahkan, kedepan sudah memiliki SK kepengurusan DPD Partai Berkarya akan mempersiapkan persiapan verifikasi KPU dan ikut andil dalam pemiliham legislatif di 2019.

“Kami harus ikut dalam pertarurangan di 2019,” katanya.

Terpisah, Agung Witjaksono mengatakan bahwa dirinya belum mengetahu secara resmi terkait pembekuan SK (miliknya) dari DPP Partai Berkarya. Tetapi dirinya pernah menyampaikan bahwa DPP memberikan arahan untuk kedua pihak di DPD Partai Berkarya disatukan.

“Jadi apabila rencana tersebut dilaksanakan, tentunya ada revisi tehadap SK. Karena untuk mengakomodir potensi yang ada,” pungkasnya. (irw)