PEBRI/RADAR DEPOK KE NEGERI SAKURA: Siswa-siswa SMKN 2 Depok sedang mendengarkan pengarahan dari PT. JIAEC, untuk mengikuti seleksi magang kerja ke Jepang.
yamaha-nmax

 

KE NEGERI SAKURA: Siswa-siswa SMKN 2 Depok sedang mendengarkan pengarahan dari PT. JIAEC, untuk mengikuti seleksi magang kerja ke Jepang. Foto: Pebri/Radar Depok

Lulusan SMKN 2 Depok Merambah ke Internasional

Kualitas pendidikan di Kota Depok semakin menanjak, bahkan sudah merambah sampai tingkat internasional. Salah satu sekolah yang telah bergelut di dunia internasional adalah SMKN 2 Depok. Dimana, SMKN ini telah mengirimkan beberapa lulusannya untuk magang bekerja di Jepang. Dan untuk kelanjutannya, SMKN 2 Depok pun melakukan penyeleksian lagi.

Laporan: PEBRI MULYA, Radar Depok

Sebanyak 120 siswa kelas XII SMKN 2 Depok, duduk rapih di sebuah ruangan yang cukup luas. Disana, mereka sedang mendengarkan arahan dari dua orang yang merupakan perwakilan dari PT JIAEC. Itu adalah penjelasan tentang tahapan-tahapan penyeleksian untuk lulusan yang akan diberangkatkan ke Jepang untuk magang bekerja.

Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 2 Depok, Sri Maisaroh mengatakan, 120 siswa yang ikut penyeleksian PT JIAEC tersebut, adalah hasil dari penyeleksian siswa di internal SMKN 2 Depok. Dimana, jumlah siswa kelas XII ada 464 siswa.

“Kami sudah bekerjasama dengan PT JIAEC untuk pengiriman magang kerja ke Jepang dari tahun 2014. Sampai sekarang ini, ada 23 lulusan SMKN 2 Depok yang magang kerja di beberapa perusahaan di Jepang,” ucapnya kepada Radar Depok.

Mai-sapaannya-menuturkan, di tahun 2016 ada 30 lulusan SMKN 2 Depok yang lolos penyeleksian dari PT JIAEC, dan 16 diantaranya sudah diberangkatkan ke Jepang.

Biasanya mereka di Jepang akan magang kerja selama tiga tahun, dengan syarat tidak boleh pulang ke Indonesia selama magang kerja tersebut.

“Untuk sekarang ini pesertanya adalah siswa yang akan lulus di tahun 2017, dan beberapa alumni di tahun-tahun sebelumnya. Karena, syarat untuk bisa ikut seleksi adalah lulusan dari SMKN 2 Depo, dan usianya tidak lebih dari 23 tahun,” terangnya.

Mai menjelaskan, penyeleksian dari PT. JIAEC diantaranya ada dari segi fisik, yakni tinggi dan berat badan, serta tidak buta warna dan mata dalam kondisi baik. Selanjutnya ada psikotest dan yang ketiga ada seleksi dengan wawancara. Semua ini dilakukan dengan sistem gugur di tiap seleksinya, dan pengumumannya sepekan kemudian dari waktu penyeleksian.

Jika lolos dari semua seleksi tersebut, lalu ada lagi jadwal untuk medical check up. Lanjut lagi ada wawancara dengan user, yakni perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Setelah semua telah dijalani, akan ada lagi pelatihan selama empat bulan, yang dilangsungkan dua bulan di Yogyakarta dan dua bulan di Kota Depok,” katanya. (*)